Laga “Pesakitan”

0 votes Cast your vote now!

Logo ISLBaru sejam yang lalu laga antara Arema Indonesia VS Deltras Sidoarjo usai dengan kemenangan 3 – 0 untuk tuan rumah Arema Indonesia melalui 1 gol dari Roman Chamelo dan 2 gol dari Yongki Aribowo. Ada sekedar cerita menarik dari laga sore tadi selain pertandingan antara 2 klub di yang ikut Liga Super Indonesia. Ini adalah pertandingan 2 klub “pesakitan” yang dikarenakan keterlambatan gaji pemain, masing – masing pemain dari kedua kesebalan di beberapa hari kemaren sempat menghiasi berita – berita media online karena masalah yang sama yaitu masalah finansial. Para pemain dan official Arema Indonesia “nglurug” ke rumah M Nur ketua dari yayasan Arema, sedangkan para pemain Deltras “nglurug” ke pemerintah kabupaten sidoarjo.

Jalannya pertandingan sebenarnya cukup menarik dengan penguasaan permainan di dominasi Arema Indonesia, Meskipun Arema Indonesia terus menekan pertahanan Deltras sidoarjo tapi Arema baru mampu menjebol gawang deltras sekitar menit 30 lewat Roman chamelo itu terjadi tidak lama setelah kiper Deltras diganti karena mengalami cidera akibat usaha yang dia lakukan untuk membendung serangan tuan rumah, baru selang 3 menit yongki berhasil menambahkan keunggulan menyusul kelengahan lini belakang deltras mengantisipasi pergerakan zulkifli dan yongki.

Pada babak kedua jalannya pertandingan tetap dikuasi pemain – pemain Arema Indonesia, meskipun banyak sekali peluang yang tercipta akan tetapi Arema Indonesia hanya berhasil menambahkan satu gol melalui yongki setelah mendapat umpan dari Sunarto. Akan tetapi yang lebh menarik perhatian saya adalah adanya insiden antara Marco Souza dan Official deltras sidoarjo sendiri. Saya kira dua team ini sama – sama menyimpan potensi letupan insiden seperti tadi jika masalah finansial ini tidak segera mendapatkan solusinya.

Saya kira para pemegang suara yang kemaren ribut – ribut di konggres lebih memikirkan para pemain, official dan seluruh stake holder sepakbola di indonesia daripada hanya memikirkan kepentingan beberapa orang saja dengan mengatasnamakan untuk perbaikan sepakbola indonesia. Maka jangan heran jika saat ini beberapa pemain yang cukup terkenal menjadi iklan beberapa produk mulai makanan,otomotis dan alat rumah tangga, untuk mereka yang dikontrak mungkin masih beruntung. bandingkan dengan para pemain deltras yang sudah beberapa bulan belum di gaji. Dan yang harus kita garis bawahi adalah semua masalah ini timbul sebelum ada sanksi FIFA dan penggunaan APBD pun masih ada toleransinya. Bayangkan jika sanksi FIFA turun dan APBD benar – benar dihentikan mau jadi apa sepak bola kita??? saya kira akan lebih bijak jika semua pihak yang ribut sama – sama memikirkan solusi terbaik dari situasi ini daripada energinya terbuang hanya untuk berpolemik terus menerus.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Member Login

Lost your password?


Japemethe