Di tangan kananku setangkai gulali
Di tangan kiriku setangkai lollipop
Keduanya sama-sama manis
Membuatku bingung untuk memilihnya
Gulali yang sederhana
Dengan rasa dan bentuk yang terbatas
Lollipop dengan aneka rasa
Vanilla, coklat, mocca dan aneka rasa buah
Semuanya itu tersedia
Aku bebas untuk memilih
Sesuai dengan apa yang aku inginkan
Kuingin menikmati keduanya
Dua-duanya yang memberi kemanisan
Menghilangkan pahit dan dahaga
Memberi warna pada lidahku
Keduanya terasa nikmat
Aku suka dengan keduanya
Menghapus hambar di lidahku
Membasahi kerongkongan yang kering
Tetapi ternyata ku tak bisa menikmati keduanya secara bersamaan
Maaf, aku harus memilih
Memang,gulali tak bisa menandingi lollipop
Namun mengapa aku lebih tertarik pada gulali
Kesederhanaan itu yang membiusku
Ku tak peduli dengan orang-orang
Di sekitarku yang mungkin mencemoohku
Untuk apa aku bersusah payah
Mencari gulali yang semakin langka
Sementara lollipop menumpuk dimana-mana
Dan aku bisa sepuasnya
Membeli dan menikmatinya
Sungguh manisnya
Aku begitu terpesona dengan keunikannya
Yang menampilkan dirinya apa adanya
Aku ikut bermain dengan bentuk lenturnya
Menciptakan sebuah kreasi baru
Hidup itu penuh dengan warna-warni. Terkadang manis, masam bahkan pahit. Hidup yang indah…manis… Penuh dengan aneka pilihan . Yang kita inginkan selalu tersedia. Namun tak semuanya menjadi milik kita. Salah satu harus dipilih. Dan yang lainnya harus direlakan. Terkadang membuat kita merasa bersalah karena mencampakkan lainnya.
Seringkali kita dikatakan egois,sombong dan berbagai praduga lainnya karena terlalu selektif dalam memilih sesuatu atau seseorang. Sebenarnya dalam hati ini sedang dilema yang sangat berat. Ingin memiliki keduanya atau semuanya. Berat untuk melepaskan salah satu. Dalam kondisi ini ingin rasanya menjadi orang yang hanya punya satu pilihan sehingga jadi mudah tanpa harus berpikir rumit.
Sesuatu yang baik bagi orang lain belum tentu baik dan nyaman bagi kita. Selera setiap orang tidak semuanya serupa. Gulali dan lolipop dalam puisi ini hanyalah analogi bahwa setiap orang mempunyai pilihan walaupun itu tidak masuk akal dan sulit dilakukan dalam kondisi tersebut.
