Lollipop dan Gulali

0 votes Cast your vote now!

Di tangan kananku setangkai gulali

Di tangan kiriku setangkai lollipop

Keduanya sama-sama manis

Membuatku  bingung untuk memilihnya

 

Gulali yang sederhana

Dengan rasa dan bentuk yang terbatas

Lollipop dengan aneka rasa

Vanilla, coklat, mocca dan aneka rasa buah

 

Semuanya itu tersedia

Aku bebas untuk memilih

Sesuai dengan apa yang aku inginkan

Kuingin menikmati keduanya

 

Dua-duanya yang memberi kemanisan

Menghilangkan pahit dan dahaga

Memberi warna pada lidahku

Keduanya terasa nikmat

 

Aku suka dengan keduanya

Menghapus hambar di lidahku

Membasahi kerongkongan yang kering

Tetapi ternyata ku tak bisa menikmati keduanya secara bersamaan

 

Maaf,  aku harus memilih

Memang,gulali tak bisa menandingi lollipop

Namun mengapa aku lebih tertarik pada gulali

Kesederhanaan itu yang membiusku

 

Ku tak peduli dengan orang-orang

Di sekitarku yang mungkin mencemoohku

Untuk apa aku bersusah payah

Mencari gulali yang semakin langka

 

Sementara lollipop menumpuk dimana-mana

Dan aku bisa sepuasnya

Membeli dan menikmatinya

Sungguh manisnya

 

Aku begitu terpesona dengan keunikannya

Yang menampilkan dirinya apa adanya

Aku ikut bermain dengan bentuk lenturnya

Menciptakan sebuah kreasi baru

 

Hidup itu penuh dengan warna-warni. Terkadang manis, masam bahkan pahit. Hidup yang indah…manis… Penuh dengan aneka pilihan . Yang kita inginkan selalu tersedia. Namun tak semuanya menjadi milik kita. Salah satu harus dipilih. Dan yang lainnya harus direlakan. Terkadang membuat kita merasa bersalah karena mencampakkan lainnya.

Seringkali kita dikatakan egois,sombong dan berbagai praduga lainnya karena terlalu selektif dalam memilih sesuatu atau seseorang. Sebenarnya dalam hati ini sedang dilema yang sangat berat. Ingin memiliki keduanya atau semuanya. Berat untuk melepaskan salah satu. Dalam kondisi ini ingin rasanya menjadi orang yang hanya punya satu pilihan sehingga jadi mudah tanpa harus berpikir rumit.

Sesuatu yang baik bagi orang lain belum tentu baik dan nyaman bagi kita. Selera setiap orang tidak semuanya serupa. Gulali dan lolipop dalam puisi ini hanyalah analogi bahwa setiap orang mempunyai pilihan walaupun itu tidak masuk akal dan sulit dilakukan dalam kondisi tersebut.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Member Login

Lost your password?


Japemethe