<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arah Kita</title>
	<atom:link href="http://arahkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arahkita.com</link>
	<description>Arah kita jelas, Arah kita pasti, Arah kita berawal dari hati</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 15:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Lollipop dan Gulali</title>
		<link>http://arahkita.com/2012/01/lollipop-dan-gulali/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2012/01/lollipop-dan-gulali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 15:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eetha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Di tangan kananku setangkai gulali Di tangan kiriku setangkai lollipop Keduanya sama-sama manis Membuatku  bingung untuk memilihnya &#160; Gulali yang sederhana Dengan rasa dan bentuk yang terbatas Lollipop dengan aneka rasa Vanilla, coklat, mocca dan aneka rasa buah &#160; Semuanya &#8230; <a href="http://arahkita.com/2012/01/lollipop-dan-gulali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arahkita.com/wp-content/uploads/2012/01/loli-gul-new1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-241" src="http://arahkita.com/wp-content/uploads/2012/01/loli-gul-new1-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" /></a></p>
<p>Di tangan kananku setangkai gulali</p>
<p>Di tangan kiriku setangkai lollipop</p>
<p>Keduanya sama-sama manis</p>
<p>Membuatku  bingung untuk memilihnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gulali yang sederhana</p>
<p>Dengan rasa dan bentuk yang terbatas</p>
<p>Lollipop dengan aneka rasa</p>
<p>Vanilla, coklat, mocca dan aneka rasa buah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semuanya itu tersedia</p>
<p>Aku bebas untuk memilih</p>
<p>Sesuai dengan apa yang aku inginkan</p>
<p>Kuingin menikmati keduanya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dua-duanya yang memberi kemanisan</p>
<p>Menghilangkan pahit dan dahaga</p>
<p>Memberi warna pada lidahku</p>
<p>Keduanya terasa nikmat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku suka dengan keduanya</p>
<p>Menghapus hambar di lidahku</p>
<p>Membasahi kerongkongan yang kering</p>
<p>Tetapi ternyata ku tak bisa menikmati keduanya secara bersamaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maaf,  aku harus memilih</p>
<p>Memang,gulali tak bisa menandingi lollipop</p>
<p>Namun mengapa aku lebih tertarik pada gulali</p>
<p>Kesederhanaan itu yang membiusku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ku tak peduli dengan orang-orang</p>
<p>Di sekitarku yang mungkin mencemoohku</p>
<p>Untuk apa aku bersusah payah</p>
<p>Mencari gulali yang semakin langka</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara lollipop menumpuk dimana-mana</p>
<p>Dan aku bisa sepuasnya</p>
<p>Membeli dan menikmatinya</p>
<p>Sungguh manisnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku begitu terpesona dengan keunikannya</p>
<p>Yang menampilkan dirinya apa adanya</p>
<p>Aku ikut bermain dengan bentuk lenturnya</p>
<p>Menciptakan sebuah kreasi baru</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hidup itu penuh dengan warna-warni. Terkadang manis, masam bahkan pahit. Hidup yang indah…manis… Penuh dengan aneka pilihan . Yang kita inginkan selalu tersedia. Namun tak semuanya menjadi milik kita. Salah satu harus dipilih. Dan yang lainnya harus direlakan. Terkadang membuat kita merasa bersalah karena mencampakkan lainnya.</p>
<p>Seringkali kita dikatakan egois,sombong dan berbagai praduga lainnya karena terlalu selektif dalam memilih sesuatu atau seseorang. Sebenarnya dalam hati ini sedang dilema yang sangat berat. Ingin memiliki keduanya atau semuanya. Berat untuk melepaskan salah satu. Dalam kondisi ini ingin rasanya menjadi orang yang hanya punya satu pilihan sehingga jadi mudah tanpa harus berpikir rumit.</p>
<p>Sesuatu yang baik bagi orang lain belum tentu baik dan nyaman bagi kita. Selera setiap orang tidak semuanya serupa. Gulali dan lolipop dalam puisi ini hanyalah analogi bahwa setiap orang mempunyai pilihan walaupun itu tidak masuk akal dan sulit dilakukan dalam kondisi tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2012/01/lollipop-dan-gulali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trouble is A Friend</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/12/trouble-is-a-friend/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/12/trouble-is-a-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 11:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eetha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh sangat bangga rasanya jika kita sering dijadikan tempat mencurahkan isi hati teman-teman, banyak teman- teman menceritakan isi hatinya, kabar baik maupun buruk, meminta solusi untuk memecahkan masalah, baik itu tentang keluarga, ekonomi , cinta, spiritual dan rahasia besar lainnya &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/12/trouble-is-a-friend/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh sangat bangga rasanya jika kita sering dijadikan tempat mencurahkan isi hati teman-teman, banyak teman- teman menceritakan isi hatinya, kabar baik maupun buruk, meminta solusi untuk memecahkan masalah, baik itu tentang keluarga, ekonomi , cinta, spiritual dan rahasia besar lainnya bahkan aib yang tak layak dibahas. Sehingga tanpa perlu mencari-cari gosip terbaru kita pun mengetahui apa yang sedang seseorang lakukan dan masalah yang sedang dihadapi karena dia menceritakan semuanya. Jadi yang membuat kita selalu tahu kabar teman-teman khususnya di penjuru Nusantara bukan karena menguping gosip-gosip up to date bersama kawan- kawan lainnya atau melihat status dan foto-foto mereka di situs jejaring sosial. Tetapi karena mereka, yang bersangkutan selalu berbagi tentang kegiatannya dan yang sedang dialami.<br />
Anehnya, tak hanya teman dekat dan keluarga tetapi orang yang baru kenal pun dengan nyamannya bercerita tanpa kuatir rahasianya bocor. Lebih menarik lagi, tak hanya teman sebaya tetapi juga orang-orang yang usianya puluhan tahun di atas kita, sebenarnya dia lebih cocok mendiskusikannya dengan orang sebayanya yang tentunya jauh lebih bijak dari kita, itu artinya kita memang beruntung dijadikan sebagai orang kepercayaan yang tidak mudah mengobral rahasia.<br />
Perasaan senang dan bangga itulah yang menyelimuti diri saya, namun perasaan itu sirna ketika saya bertemu dengan seseorang, saya memperoleh pelajaran sangat berharga darinya. Sebenarnya saya mengenalnya sejak belasan tahun yang lalu tetapi saya baru benar-benar mengenalnya sebagai seorang motivator hebat sejak 1 tahun yang lalu. Sedikit penyesalan mengapa saya baru sadar sekarang bahwa orang yang sering saya temui ini adalah salah satu diantara orang-orang yang benar-benar hebat. Dan kini saya tak memiliki banyak waktu seperti dulu untuk bertemu. Mungkin dulu saya belum menyadarinya karena saya kira dia mampu memberikan nasehat karena tak pernah punya masalah dan saya merasa orang tersebut selalu membangga-banggakan kesuksesan yang diraihnya. Perasaan itu sama seperti yang dimiliki teman-teman lainnya ketika bertemu dengan orang tersebut dan keluarganya.<br />
Di suatu kesempatan, saya mulai memberanikan diri untuk mencoba mengetahui kehidupan pribadi dan keluarganya yang tak pernah terungkap di publik. Saya mengawali dengan mengeluarkan uneg-uneg saya .<br />
“Banyak orang yang bercerita kepada saya dan orang-orang terdekat yang sangat saya sayangi, mereka meminta solusi atas masalahnya, semuanya benar –benar mengharapkan solusinya dan tergantung pada kami, seolah-olah kami adalah para dewa penolong yang dapat memecahkan masalah seketika dan tak pernah punya beban “, padahal sebenarnya problem- problem mereka juga pernah kami alami”.<br />
“Ya, seandainya saja mereka tahu bahwa sebenarnya masalah saya lebih rumit dari mereka. Seandainya saja mereka tahu bahwa beban yang saya tanggung lebih besar dari mereka”, jawabnya dengan suara parau dan matanya berkilat. Saya kira sebentar lagi akan ada embun di pelupuk matanya, tetapi berhasil ditahannya.<br />
Setelah pembicaraan dengannya seringkali saya merenungkan kata-katanya, dan terkadang embun mengumpul di pelupuk mata saya, bukan karena kasihan melihat seberapa besar badai yang dihadapi orang tersebut, tetapi kagum dengan perjuangan keras dan keteguhan hatinyanya dalam menghadapi badai yang menerpanya serta keluarganya yang juga dididik untuk menjadi pribadi yang kuat.<br />
Seandainya saya orang yang beruntung diberi kesempatan bergabung dalam sebuah tim dengannya untuk menghadapi tantangan kehidupan, yang saya takutkan adalah mampukah saya menjaga kekompakan tim dalam berjuang melawan badai. Saya tak ingin hanya orang tersebut yang berjuang keras sedangkan saya hanya menikmati hasil kemenangan. Hal utama yang saya inginkan bukanlah kesuksesan dan kemenangan yang diraih tim kami dalam menyelesaikan tantangan ini dengan sempurna, tetapi saya ingin memiliki keteguhan hati sebesar yang dia miliki dalam menghadapi rintangan.<br />
Saya ingin sekali semua orang menyadari bahwa seorang motivator bisa memberikan semangat dan beragam solusi tepat karena dia telah tertempa dengan semua masalah yang telah dialaminya. Sebaiknya janganlah hanya sekedar mendengarkan nasehat bijaknya tetapi teladanilah perjuangan hidupnya.<br />
Seseorang yang selalu tampil ceria, bijaksana dan tanggap dalam menghadapi problem orang lain. Sebenarnya dia memiliki masalah yang lebih rumit daripada orang-orang yang telah dibantunya.<br />
Sebuah keluarga yang selalu bahagia, harmonis, kompak dan penuh dengan kasih sayang. Sebenarnya kesulitan, konflik, trauma dan berbagai kepedihan telah dialami yang membuat keakraban selalu terjaga dalam keluarga tersebut, yang memperkokoh fondasi cinta dalam keluarga. Ironisnya yang seringkali terjadi adalah persatuan baru tercipta setelah timbul kesulitan, kekompakan baru tercipta setelah merasa saling membutuhkan.<br />
Sebagian orang heran melihat hubungan antara orang tua dengan anak dan antar anak yang mereka anggap terlalu akrab dan aneh mengapa bisa seperti itu karena mereka tak pernah merasakannya atau berusaha menciptakan rasa itu tetapi kesadaran belum tumbuh diantara mereka. Sebenarnya bukanlah materi yang memperkokoh fondasi cinta dalam sebuah keluarga. Tetapi rasa saling memiliki dan kehilangan yang membuat mereka selalu menjaga keharmonisan. Sama seperti halnya kita mempunyai barang yang sangat kita sayangi, maka kita selalu menjaga dan merawatnya.<br />
Terkadang, kita kasihan melihat penderitaan orang lain dan berusaha mengurangi bebannya padahal kita sendiri menanggung beban yang lebih berat daripada orang tersebut. Dan tak jarang beban kita juga ikut berkurang setelah membantu orang lain.<br />
Masalah adalah musuh yang selalu kita hindari, tetapi kita tak pernah bisa lari dari masalah, semakin kita lari, persoalan tak akan selesai justru semakin rumit. Maka jadikanlah problem sebagai teman yang akan memotivasi kita supaya berdiri, bangkit untuk berlari mengejar impian kita untuk bisa menikmati hidup. Dan itulah cara kita menghargai hidup.<br />
Ketahuilah teman-teman, semua orang punya problem, hanya besarnya keteguhan hatinyalah yang membuat orang tersebut berbeda dengan yang lainnya, selalu tersenyum dan tak pernah mengeluh seolah tak pernah ada kesulitan. Sebenarnya kita bukan tidak bisa keluar dari lingkaran permasalahan atau masalah yang tak kunjung habis, tetapi kita tidak mau keluar dari sini.<br />
Besarnya penderitaan seseorang diukur dari keteguhan hatinya. Semakin besar keteguhan hatinya maka rintangan yang dihadapi semakin kecil. Sebaliknya semakin kecil keteguhan hati yang dimiliki maka semakin besar persoalan yang dihadapinya.<br />
Kita boleh saja iri dengan orang-orang sukses, tetapi milikilah rasa iri terhadap keteguhan hatinya, kerja kerasnya dan semangatnya untuk melewati semua rintangan dan meraih impiannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/12/trouble-is-a-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berharap Pada Pansel Pimpinan KPK</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/08/berharap-pada-pansel-pimpinan-kpk/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/08/berharap-pada-pansel-pimpinan-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 13:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pansel]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[rekrutmen]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK periode 2011-2015 harus lebih cermat. Apa yang terjadi pada KPK periode 2007-2011 tak boleh terulang lagi, salah satu pimpinan jadi terpidana tindak pidana. Pansel harus lebih akomodatif terhadap masukan dari masyarakat agar KPK tak &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/08/berharap-pada-pansel-pimpinan-kpk/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK periode 2011-2015 harus lebih cermat. Apa yang terjadi pada KPK periode 2007-2011 tak boleh terulang lagi, salah satu pimpinan jadi terpidana tindak pidana. Pansel harus lebih akomodatif terhadap masukan dari masyarakat agar KPK tak lagi goyang seperti ketika Ketua KPK Antasari Azhar jadi tersangka pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnaen pada 2009 lalu.</p>
<p>”Yang paling bertanggung jawab atas tercorengnya nama KPK adalah Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK periode 2007-2011”, ujar wartawan kawakan Karaniya Dharmasaputra pasca penetapan Antasari Azhar sebagai tersangka.</p>
<p>Apa yang dikemukakan Karaniya dalam hal ini bukanlah tanpa alasan. Sejumlah peristiwa sebelum dan ketika DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan jadi latar belakangnya. Empat orang wartawan melaporkan Antasari Azhar telah memberikan segepok uang pecahan USD 100 kepada mereka. Menurut Karaniya, uang tersebut dikatakan Antasari sebagai uang transpor dan mereka menolaknya.</p>
<p>Tak berhenti di sini, Karaniya mengambil inisiatif melaporkan hal ini kepada Pansel Calon Pimpinan KPK saat itu. Meski telah ditemui 3 orang anggota Pansel, nama Antasari tetap lolos dan laporan kepada Jamwas Kejaksaan Agung juga tak ditindaklanjuti. Bahkan, para pegiat anti-korupsi sudah <em>wanti-wanti</em> agar Antasari tak diloloskan dalam seleksi calon pimpinan KPK saat itu dengan alasan, yang bersangkutan diduga terkait banyak kasus.</p>
<p>”Secara resmi kami sudah menyurati panitia seleksi agar mencoret Antasari Azhar sebagai calon pimpinan KPK. Jejak rekam dia banyak cacat,” kata salah satu Aktivis ICW, Adnan Topan Husodo.</p>
<p>Sejarah berkata lain. Antasari Azhar terpilih jadi pimpinan KPK. Bahkan, ia terpilih untuk jabat sebagai Ketua KPK periode 2007-2011. Sejumlah gebrakan pun dilakukan. Salah satunya, menetapkan besan Presiden SBY, Aulia Pohan, sebagai tersangka kasus aliran dana BI dan menjerat beberapa anggota DPR yang tersangkut korupsi. Namun, perjalanannya tak mulus setelah Polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 2009.</p>
<p>Dari rangkaian peristiwa di atas, Pansel Calon Pimpinan KPK saat ini punya peran besar dalam menjaga kredibilitas lembaga anti-korupsi ini. Kesalahan dalam proses seleksi di tingkat Pansel bisa berdampak besar terhadap KPK yang dua tahun ini terus digoyang beragam isu miring. Tentu saja, proses uji kepatutan dan kelayakan di DPR harus juga jadi perhatian serius. <em>Deal-deal</em> politik berpotensi terjadi dalam proses ini. karena itu, pemilihan pimpinan KPK dalam tahap ini harus bisa bebas dari kepentingan politik dengan memperhatikan integritas para calon yang lolos seleksi.</p>
<p>Proses rekrutmen pimpinan KPK tak boleh mengulangi kesalahan atau kelemahan sebelumnya. Apa yang menimpa antasari, terlepas dari kontroversinya, perlu jadi pembelajaran tersendiri. Pansel Calon Pimpinan KPK harus lebih cermat dan teliti terhadap <em>track record</em> para calon. Begitupula DPR. Lembaga yang berwenang memilih para pimpinan KPK ini harus meletakkan kepentingan politik mereka dalam proses ini. jika tidak, gonjang-ganjing seputar para pimpinan KPK akan terus berlangsung seperti sekarang. (<em>Dari berbagai sumber</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/08/berharap-pada-pansel-pimpinan-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa kejadian &#8220;Tragis&#8221; dalam sepak bola</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/beberapa-kejadian-tragis-dalam-sepak-bola/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/beberapa-kejadian-tragis-dalam-sepak-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 23:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiaeq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepak Bola Luar negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kejadian &#8220;tragis&#8221; dalam sepak bola akan dimulai dari : 1. Inggris : siapa yang tidak kenal negara ini, negara yang cukup digdaya di sepakbola dunia era 60 an, bahkan saat ini di sebut &#8211; sebut mempunyai salah satu liga &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/beberapa-kejadian-tragis-dalam-sepak-bola/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa kejadian &#8220;tragis&#8221; dalam sepak bola akan dimulai dari :</p>
<p>1. Inggris : siapa yang tidak kenal negara ini, negara yang cukup digdaya di sepakbola dunia era 60 an, bahkan saat ini di sebut &#8211; sebut mempunyai salah satu liga terbaik di dunia. tapi apa yang terjadi dengan Timnas mereka?</p>
<ul>
<li> Sebuah negara sepak bola tetapi pelatihnya berasal dari negara lain.</li>
</ul>
<ol></ol>
<ul>
<li>Timnas senior gagal di euro dan piala dunia 2010 afrika selatan.</li>
</ul>
<ol></ol>
<ul>
<li>Timnas junior hanya fase group di euro under 21 setelah pada pertandingan terakhir kalah 1 &#8211; 2 dari Republik ceko.</li>
</ul>
<ul>
<li>Timnas wanita berhasil di tahan imbang meksiko di fase group piala dunia wanita (kompetisi masih berjalan).</li>
</ul>
<ol></ol>
<p>2. River Plate : Tim yang berdiri 25 Mei 1901 dan sudah lebih dari 100 tahun menikmati <img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/41/River_Plate_logo.png/100px-River_Plate_logo.png" alt="" width="100" height="118" /><a title="Primera División Argentina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Primera_Divisi%C3%B3n_Argentina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Primera División Argentina</a>. Pada tahun 1999 di nobatkan sebagai tim terbaik argentina oleh fifa. memperoleh tittle sedikitnya 33 Divisi primera argentina, 2 piala libertadores, 1 supercopa, 1 Piala interkontinental, 1 Copa Interamericana dan banyak pemain besar lahir dari tim ini, sebut saja Gabriel omar batistuta, Hernan Crespo, Higuain, Javier Masherano dan masih banyak lagi.</p>
<p>tapi apa yang terjadi di akhir musim ini sangatlah mengecewakan setidaknya bagi supporter fanatiknya, mereka harus tergusur dari primera division setelah kalah (agregat 1-3) dengan Belgrano Cordoba. Bahkan diberitakan setelah pertandingan para supporternya mebuat kerusuhan bukan saja di dalam stadion tapi juga di luar stadion.</p>
<p>Rupanya makna &#8220;Bola itu bundar&#8221; benar &#8211; benar terjadi. dalam sepak bola modern tidak hanya di perlukan nama besar, tapi regenerasi yang bagus, pembinaan, juru taktik yang mumpuni, mental bertanding, team work dan juga konsistensi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/beberapa-kejadian-tragis-dalam-sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Budaya Menjadi Salah Satu Pemicu TKI Kita Terkena Hukuman</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/perbedaan-budaya-menjadi-salah-satu-pemicu-tki-kita-terkena-hukuman/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/perbedaan-budaya-menjadi-salah-satu-pemicu-tki-kita-terkena-hukuman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 00:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudishtira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Pancung]]></category>
		<category><![CDATA[Ruyati]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Yudishtira]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Masih hangat dalam ingatan kita pemberitaan tentang hukum pancung bagi seorang TKW di Arab Saudi, apa yang dialami oleh Almarhum Ibu Ruyati binti Satubi merupakan sebuah hal yang sebenarnya bisa dihindari bahkan mungkin bisa dikatakan tidak akan terjadi jika TKI &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/perbedaan-budaya-menjadi-salah-satu-pemicu-tki-kita-terkena-hukuman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://arahkita.com/wp-content/uploads/2011/06/budaya.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-176" src="http://arahkita.com/wp-content/uploads/2011/06/budaya.jpg" alt="" width="225" height="225" /></a>Masih hangat dalam ingatan kita pemberitaan tentang hukum pancung bagi seorang TKW di Arab Saudi, apa yang dialami oleh Almarhum Ibu <em>Ruyati binti Satubi </em>merupakan sebuah hal yang sebenarnya bisa dihindari bahkan mungkin bisa dikatakan tidak akan terjadi jika TKI kita dibekali dengan <em>skill serta pemahaman budaya </em>yang cukup, yang diperlukan ketika memutuskan untuk bekerja di luar negeri, entah mereka nantinya bekerja sebagai apapun di luar negeri yang perlu diperhatikan adalah masalah <em>kemampuan bekerja dan pemahaman budaya serta pandai membawa diri</em>. Namun sebenarnya yang terpenting adalah pemahaman dari budaya sebuah negara menjadi salah satu faktor penting yang harus di mengerti setiap Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. <span id="more-175"></span>Seperti yang dinyatakan oleh Hofstede (1991) bahwa budaya adalah <strong>daerah program mental yang mempengaruhi cara berfikir dan perilaku manusia, secara kolektif program mental sekelompok orang dalam suatu negara disebut dengan kebudayaan nasional. </strong>Budaya adalah <em>suatu cara hidup yang  berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan  diwariskan dari generasi ke generasi</em>. Budaya <strong>terbentuk dari banyak unsur  yang rumit, termasuk sistem agama dan politik,  adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.  Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari  diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan  secara genetis</strong>. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan  orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,  membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah <em>suatu pola hidup  menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek  budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya  ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia</em>. (<a title="Arti Budaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya" target="_blank">Source</a>)</p>
<p style="text-align: justify">Dengan demikian akhirnya ada dimensi budaya yang harus dipahami dan dimengerti ketika kita ingin bersentuhan dan/atau berkomunikasi dengan komunitas lain diluar komunitas kita, beberapa teori yang mendasari penemuan dimensi budaya Hofstede, antara lain Kluckhon’s (1952) menjelaskan tentang dimensi budaya dalam 10 “Primary Message Systems” yaitu: <em>interaction, association (with others), subsistence, isexuality, teritorality, temporality, learning, play, defense, dan exploitation</em>. Sedangkan Parsons dan Shils(1951) mengklasifikasikan multimensional dalam “General Theory of Action”. Parsons dan Shils menyatakan bahwa seluruh tindakan manusia ditentukan oleh lima variabel, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify">
<li><em>Affectivity versus affectivity neutrality</em></li>
<li><em>Self-orientation versus Collectivity-orientation</em></li>
<li><em>Universalism versus particularism</em></li>
<li><em>Ascription versus achievement</em></li>
<li><em>Specificity versus Diffuseness.</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify">Kluckhohn dan Strodbeck (1961) berdasarkan hasil penelitiannya menemukan bahwa masyarakat dibedakan dalam orientasi nilai sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify">
<li>Suatu evaluasi sifat manusia</li>
<li>Hubungan manusia dengan lingkungannya</li>
<li>Orientasi pada aktivitas</li>
<li>Hubungan antar manusia</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">Perbedaan budaya dari setiap negara ternyata berpengaruh juga terhadap perlakuan yang diterima oleh Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, budaya di Jepang, Korea dan Singapura cenderung sangat menghargai tenaga kerja hal berbeda ketika Tenaga Kerja Indonesia berada di Timur Tengah atau Malaysia lebih cenderung mendapat perlakuan buruk dari Pemberi Kerja (baca Majikan). Dari kasus-kasus yang dialami oleh tenaga kerja kita d luar negeri lebih banyak dari dua negara terakhir yang saya sebutkan, terutama di Negara-negara Timur Tengah, lalu apa yang harus dilakukan oleh Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja dan Pemerintah berkaitan dengan hal tersebut, hal yang harus dilakukan adalah dengan memberikan bekal berupa <em>Skill </em>terhadap bidang pekerjaan yang akan di terima disana nanti, lengkap dengan resiko-resiko jika tidak memiliki kemampuan tersebut, yang lebih penting lagi adalah pemahaman terhadap kebudayaan disana, sehingga Tenaga Kerja Indonesia akan lebih mudah dalam beradaptasi dan memiliki tanggungjawab terhadap dirinya sendiri contoh mudah kita bekerja di Jawa, Madura, Kalimantan, Sumatera ataupun Papua tentu harus mengenal terlebih dahulu budaya dilokasi tersebut, itu masih berada dalam satu lingkup wilayah NKRI, apalagi jika kita memutuskan untuk bekerja ke luar negeri sudah barang tentu budaya disana harus kita pahami secara lengkap terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify">Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/perbedaan-budaya-menjadi-salah-satu-pemicu-tki-kita-terkena-hukuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejujuran Di Tengah Samudra Kebohongan</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/kejujuran-di-tengah-samudra-kebohongan/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/kejujuran-di-tengah-samudra-kebohongan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 23:37:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudishtira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[slogan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Jujur, kejujuran sebuah keinginan dan harapan dari setiap manusia untuk bisa melakukannya, saya yakin tidak ada manusia yang suka di sebut sebagai pembohong dan pendusta, semua tetap berkeinginan untuk menjadi manusia yang jujur. Namun apakah kejujuran itu . ??, sejauhmana &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/kejujuran-di-tengah-samudra-kebohongan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://arahkita.com/wp-content/uploads/2011/06/Jujur.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-170" src="http://arahkita.com/wp-content/uploads/2011/06/Jujur.jpg" alt="" width="157" height="239" /></a>Jujur, kejujuran sebuah keinginan dan harapan dari setiap manusia untuk bisa melakukannya, saya yakin tidak ada manusia yang suka di sebut sebagai pembohong dan pendusta, semua tetap berkeinginan untuk menjadi manusia yang jujur. Namun apakah kejujuran itu . ??, sejauhmana kita mampu menjadi manusia yang jujur, bahkan kita mungkin belum tahu jujur itu apa ..?? Secara definisi jujur bermakna sebuah keselarasan antara lisan dan perbuatan, atau antara berita dan kenyataan. Sedangkan Kejujuran itu pada ucapan, juga pada perbuatan, sebagaimana seseorang melaksanakan suatu perbuatan sesuai dengan yang ada pada bathinnya. <span id="more-166"></span>Dewasa ini kejujuran menjadi sebuah barang langka di tengah masyarakat, bahkan banyak orang bilang <strong>kejujuran itu mahal</strong>, dan kenyataannya dimasyarakat kita sudah terbiasa untuk berdusta dan berbohong ini bukan isapan jempol belaka, jika kita mau jujur.. (lha khan.. masih ada keraguan untuk bisa jujur), coba hitung berapa kali kita berjanji dan berapa kali pula kita mencoba menghindar dengan beragam alasan..?? Karena terkadang disadari atau tidak kita mampu berbohong dengan begitu lancar-nya. Bisa jadi dengan kita berkata dan bersikap serta berbuat jujur akan berbuah kehancuran atau bahkan dimusuhi oleh masyarakat. Begitu terlihat jelas dari kasus di <a title="Jujur malah Ajur" href="http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur" target="_blank">Sekolah Dasar Negeri Gadel II , Kecamatan Tandes, Surabaya.</a> Dasar pemikirannya jika kita telaah dari kasus tersebut begitu sederhana, ingin mengajarkan sebuah kejujuran kepada si anak, namun ternyata hal itu terbantahkan, ironisnya itu terjadi di sekolah, tempat dimana seharusnya mengajarkan nilai-nilai budi pekerja yang baik, mungkin juga maksud sang Guru juga baik, namun maksud baik tidak selamanya benar, karena dilakukan dengan cara yang salah. Dan ini terjadi pada kasus pada UN ketika anak yang pintar <strong><em>diharuskan </em></strong>memberikan contekan pada siswa yang lainnya.  Orang tua mana yang rela anak-nya di kasih pembelajaran seperti ini, dengan intimidasi bahwa <strong><em>&#8220;kapan lagi akan berbakti pada sekolah dan guru&#8221;</em></strong>. Lebih tidak rasional lagi ketika wali murid yang lain merasa tidak suka dengan kelakuan si ibu yang merasa anak-nya diperlakukan tidak semestinya, hingga terjadi kasus pengusiran dari warga masyarakat yang seharusnya ikut menanamkan nilai-nilai kejujuran itu pada anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify">Berkaca dari kasus Al dan keluarganya, tentu tidak cukup kita berkata &#8220;prihatin&#8221;.. saja, karena hal ini sudah dapat dikategorikan tidak rasional lagi, ketika sebuah kejujuran harus dibayar dengan pengusiran, terasa begitu berat untuk bisa menerapkan kejujuran itu di tengah samudera kebohongan, karena bohong sudah dianggap hal biasa, curang menjadi sebuah budaya, ini realitas yang terjadi, dan ketika ada yang berusaha jujur malah disikapi aneh serta di musuhi, mau dilihat dari konteks manapun jujur adalah perilaku yang baik. Secara tidak sengaja saya membaca pada salah satu blog yang juga menanggapi dengan dengan cara pandang yang berbeda kasus ini klik <a title="Wali Murid Nggatheli" href="http://roda2blog.wordpress.com/2011/06/06/wali-murid-nggatheli-dari-sdn-gadel-surabaya/" target="_blank">disini</a>; perbedaan pendapat sah-saha saja kita dalam menyikapi suatu permasalahan, dengan harapan tetap mencari solusi dan penyelesaian yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify">Jika pahami lalu renungkan sejenak, negeri ini telah mengalami sebuah degradasi kepercayaan, negeri ini telah menipis &#8220;kejujuran&#8221;nya, mulai dari masyarakat kecil hingga pejabat tinggi,  negeri yang dibangun dengan ketidakjujuran penuh dusta dan samudra kebohongan yang akan terjadi adalah petaka, tidak ada kemakmuran, tidak ada kesejahteraan yang ada hanya saling menyalahkan, saling berkelit dan mencari pembenaran diri sendiri. Korupsi terjadi diawali dari bohong kecil khan.. ??, lalu apa yang harus dilakukan :</p>
<ol>
<li>Menanamkan kejujuran itu dalah keluarga;</li>
<li>Membiasakan kehidupan bermasyarakat dengan jujur;</li>
<li>Memasukkan penanaman budi pekerja dalam kurikulum pendidikan, jika bisa diisipkan dibidang-bidang pelajaran;</li>
<li>Menolak kebohongan, intimidasi, doktrinisasi dan konsep-konsep pembodohan yang berakhir pada perilaku kebohongan;</li>
<li>Menjadikan peran dan fungsi, orang tua, guru dan tokoh masyarakat secara benar dalam konteksnya masing-masing;</li>
<li>Jika perlu di setiap mata memandang disusut-sudut negeri ini, kita bisa membaca tulisan yang berisi himbauan, ajakan dan petuah bahwa kejujuran itu tidak sekedar penting, namun merupakan perilaku kehidupan dan ciri dari masyarakat kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Tapi tentunya melakukan hal diatas tidaklah gampang butuh perjuangan, karena kita bertindak dan berbuat akan di cap dan diperlakukan sebagai sosok &#8220;PAHLAWAN KESIANGAN&#8221; oleh masyarakat, karena masyarakat kita masih nyaman berada pada dunia dongeng, yang dinina-bobokan oleh janji palsu dan kejujuran semu terlalu sering mereka di bohongi, sehingga kejujuran bagi mereka adalah aneh. Semoga segera kita temukan sebuah negeri yang damai gemah ripah loh jinawi sesuai dengan cita-cita pendiri negeri, amiin.</p>
<p style="text-align: justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/kejujuran-di-tengah-samudra-kebohongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Untukku</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/wanita-untukku/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/wanita-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 15:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiaeq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[wanita bukan tercipta untukku tapi tercipta untuk nafsuku&#8230; benarkah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.?????? binatang mencintai sesama karena tak mengenal yang tidak sama terpedaya, terpesona tak pantas untuk sesama terjebak, terluka mungkin lebih etis dari sekedar mengeluarkan bisa yang tercampur dengan adonan kata. menangis bukan &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/wanita-untukku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wanita bukan tercipta untukku<br />
tapi tercipta untuk nafsuku&#8230;<br />
benarkah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.??????</p>
<p>binatang mencintai sesama<br />
karena tak mengenal yang tidak sama</p>
<p>terpedaya, terpesona tak pantas untuk sesama<br />
terjebak, terluka mungkin lebih etis<br />
dari sekedar mengeluarkan bisa<br />
yang tercampur dengan adonan kata.</p>
<p>menangis bukan untuk cinta senja<br />
tetapi tertawalah untuk kematian nafsu akan dunia semu</p>
<p>jangan tanya tentang semu dan tak semu kepadaku<br />
tanyalah hanya pada nuranimu</p>
<p>wanita tercipta mempesona<br />
hanya itukah yang dimiliki wanita????<br />
tentu bukan,&#8230; karena aku juga terlahir dari rahimnya</p>
<p>wanita tercipta mulia&#8230;<br />
dimanakah letak kemuliaanmu,&#8230;wahai wanita<br />
tunjukkanlah pada kami pria&#8230;<br />
agar aku pria benar &#8211; benar mengerti arti kedudukanmu</p>
<p>aneh,kadang aku juga memuji kadang aku juga mencela<br />
benarkah, engkau tercipta dari rusuk adamu ini,wahai hawa&#8230;<br />
jangan hanya menjadi bagian hidupku saja<br />
tapi rasukilah badan busukku ini dengan wangi kasturimu,<br />
wahai hawa yang tercipta untukku</p>
<p>engkau bukanlah satu rusukku yang hilang<br />
tapi sayap kiri merpati jiwaku.</p>
<p>senin:080805 3:29</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/wanita-untukku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engkau Adalah Asaku</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/engkau-adalah-asaku/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/engkau-adalah-asaku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 03:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudishtira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Yudishtira]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[engkau adalah asaku engkau adalah harapku dan engkau adalah mimpi-mimpiku mari gapai tanganku wahai jiwa peluk dekap erat hatiku wahai permata mari-mari mendekatlah kita bingkai indahnya hari kita kemas masa depan kita nikmati setiap masa dengan kebersamaan karena hanya itu &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/engkau-adalah-asaku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>engkau adalah asaku<br />
engkau adalah harapku<br />
dan engkau adalah mimpi-mimpiku<br />
mari gapai tanganku wahai jiwa<br />
peluk dekap erat hatiku wahai permata<br />
mari-mari<br />
mendekatlah<br />
kita bingkai indahnya hari<br />
kita kemas masa depan<br />
kita nikmati setiap masa dengan kebersamaan<br />
karena hanya itu mampuku <span id="more-164"></span>kemarilah jantung hatiku<br />
biar ku torehkan di sudut-sudut hatimu<br />
akan indah-nya cinta<br />
akan bermaknanya kasih<br />
akan abadinya rasa sayang</p>
<p>kita wujudkan kebahagiaan<br />
kita rangkai bait-bait kehidupan<br />
uluarkan tangan dan hatimu<br />
dengan sepenuh jiwa ragaku<br />
ku bimbing engkau<br />
dalam buaian kasih dan sayang<br />
walau tak akan pernah engkau ku miliki sepenuhnya<br />
anak-anakku</p>
<p>karena kalian anak-anak yang merdeka<br />
karena kalian adalah amanah<br />
karena kalian adalah titipan<br />
karena kalian PUNYA MASA DEPAN<br />
karena kalian PUNYA HARI ESOK<br />
kalian bukan hanya milik-ku<br />
kalian adalah milik alam semesta</p>
<p>melesat-lah bagai anak panah<br />
untuk menggapai mimpi<br />
terbanglah tinggi bak burung-burung camar<br />
untuk dapatkan asamu<br />
dan selalu nyanyikan senandung cinta<br />
untuk sesama<br />
dendangkan simfoni kasih<br />
lantunkan bait-bati suci Qalam Illahi<br />
biarkan aku tetap disini dengan selaksa restu dan doaku<br />
untukmu anak-ku</p>
<p>Medio, Juli 23th 2010<br />
“”SELAMAT HARI ANAK”… buat kalian</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber <a title="Engkau Adalah Asaku" href="http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/" target="_blank">Eka sulistiyana</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/engkau-adalah-asaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa sih yang akan membuat kita berkembang?</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/apa-sih-yang-akan-membuat-kita-berkembang/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/apa-sih-yang-akan-membuat-kita-berkembang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 13:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiaeq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian orang mungkin hal ini bukanlah suatu pertanyaan yang penting, tapi bagi sebagian lainnya ini merupakan pertanyaan yang selalu ada dalam pikirannya. Tentunya pertanyaan ini muncul karena suatu sebab misalkan adanya tekanan dari kantor, dari kebutuhan yang terus meningkat &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/apa-sih-yang-akan-membuat-kita-berkembang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK0HO-qK8B8gay3uj3wbVegOEhYQ84xMuFmPcJfyFC691PIlp75Q" alt="" width="225" height="225" />Bagi sebagian orang mungkin hal ini bukanlah suatu pertanyaan yang penting, tapi bagi sebagian lainnya ini merupakan pertanyaan yang selalu ada dalam pikirannya. Tentunya pertanyaan ini muncul karena suatu sebab misalkan adanya tekanan dari kantor, dari kebutuhan yang terus meningkat dan inti semua sebab itu adalah karena faktor keadaan yang sifatnya sangat dinamis.</p>
<p>Secara alami setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk berkembang dalam semua aspek kehidupannya. Ada yang menanggapinya, ada juga yang mencoba mengabaikannya hal ini tergantung pada karakter masing – masing orang.</p>
<p>Untuk menjadi berkembang tentunya tidak akan cukup hanya dengan bermodalkan keinginan, ada satu contoh analogi yang mungkin bisa menggambarkan hal ini. Jika kita ingin membuat kue tentunya “ingin” sendiri sudah menjadi modal dasarnya, kemudian kita harus memperjelas keinginan itu, yaitu dengan lebih memspesifikkan kue apa yang akan kita buat, setelah kita mempunyai tujuan yang jelas mengenai kue apa yang akan dibuat hal selanjutnya adalah bahan apa saja yang kita perlukan, dimana dan bagaimana bahan itu bisa didapatkan. Sampai disini semua itu merupakan syarat pasti yang harus kita lakukan dan hal itu tentunya bukan merupakan hal yang terlalu sulit jika dibandingkan dengan langkah selanjutnya yaitu “proses pembuatan” karena di dalam langkah inilah banyak faktor non fisik yang akan bekerja misalnya : pengalaman,keuletan, <em>mood</em>, dan kesabaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh agar tercipta suatu hasil atau “kue” yang sesuai dengan harapan.</p>
<p>Dari gambaran dapat disimpulkan beberapa langkah – langkah yang bisa diambil agar kita dapat berkembang, antara lain:</p>
<ol>
<li>Memiliki keinginan</li>
<li>Memiliki tujuan</li>
<li>Mau berusaha untuk mencapai tujuan</li>
<li>Memiliki sifat ulet</li>
</ol>
<p>Jika kita telah melakukan usaha tersebut pasti akan ada perkembangan dalam diri kita, tentunya perkembangan setiap orang juga akan berbeda. Kita perlu mengambil pengalaman yang baik dari orang lain yang sudah lebih dulu berkembang. Tapi ada satu hal yang harus kita hindari yaitu menilai perkembangan diri kita berdasarkan ukuran perkembangan orang lain karena mungkin saja tujuan orang lain itu berbeda dengan kita.  Akan tetapi yang paling penting yang harus di utamakan adalah membuat diri kita berkembang dari titik sebelumnya, sedangkan untuk mencapai tujuan atau hasil yang di inginkan kita hanya perlu mengulang dan mencari terus “proses pembuatan” yang akan mengantar kita pada tujuan atau hasil yang dinginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/apa-sih-yang-akan-membuat-kita-berkembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>secangkir kopi fajar</title>
		<link>http://arahkita.com/2011/06/secangkir-kopi-fajar/</link>
		<comments>http://arahkita.com/2011/06/secangkir-kopi-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 11:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tiaeq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[secangkir kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahkita.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[lelah tak terasa mengadu sudah terlaksana berkata hanya sia &#8211; sia yang ada hanya pening di kepala secangkir kopi fajar dan segelas air putih lebih setia daripada nostalgi yang terus terasa cinta dan punah hanya setia pada nestapa lelah tak &#8230; <a href="http://arahkita.com/2011/06/secangkir-kopi-fajar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lelah tak terasa<br />
mengadu sudah terlaksana<br />
berkata hanya sia &#8211; sia<br />
yang ada hanya pening di kepala</p>
<p>secangkir kopi fajar dan segelas air putih<br />
lebih setia daripada nostalgi yang terus terasa<br />
cinta dan punah<br />
hanya setia pada nestapa</p>
<p>lelah tak berkuasa<br />
hanya otak yang mengepala<br />
kekalahan sulit terlupa<br />
kemenangan tak begitu ada rasa</p>
<p>secangkir kopi belum terasa<br />
tanpa ada rasa yang memberi<br />
berpikir apa yang ada<br />
yang ada hanya penat di kepala</p>
<p>sedikit aku mulai sadar apa yang terlupa<br />
hanya sedikit tidak berani memastikan<br />
benarkah itu dan hanyakah itu<br />
karena hanya seperti bayangan yang tak berupa</p>
<p>mungkin Doa dan secangkir kopi fajar akan mengawali hari<br />
dan menyadarkan apa yang terlupa<br />
tanpa sadar aku sedikit lupa untuk melanjutkan<br />
mungkinkah hanya &#8220;melanjutkan&#8221; yang terlupa</p>
<p>tiaeq<br />
03:56<br />
16/02/2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahkita.com/2011/06/secangkir-kopi-fajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

