Modal Asing Kabur Rp16,24 Triliun di Akhir Juli 2025, Ini Respons Bank Indonesia


 Modal Asing Kabur Rp16,24 Triliun di Akhir Juli 2025, Ini Respons Bank Indonesia Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso usai menghadiri acara Taklimat Media di Kantor Pusat BI Jakarta, Senin (26/5/2025). ANTARA/Rizka Khaerunnisa/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia mencapai Rp16,24 triliun hanya dalam empat hari terakhir bulan Juli 2025, tepatnya pada periode 28–31 Juli.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa dana asing yang hengkang tersebut tersebar di tiga instrumen keuangan. Di pasar saham tercatat dana keluar sebesar Rp2,27 triliun, di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,37 triliun, dan dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp12,60 triliun.

Tren Capital Flow Sepanjang Tahun 2025

Sejak awal tahun hingga 31 Juli 2025, BI mencatat bahwa arus keluar asing terus mendominasi di pasar saham dan SRBI. Dana asing keluar bersih dari pasar saham mencapai Rp58,69 triliun, sementara dari SRBI sebesar Rp77,39 triliun. Menariknya, pasar SBN justru masih mencatatkan aliran modal masuk bersih sebesar Rp59,07 triliun.

Indikator Risiko dan Pergerakan Kurs

Premi risiko investasi Indonesia yang tercermin dari credit default swaps (CDS) tenor 5 tahun juga menunjukkan peningkatan. Dari 69,94 basis poin (bps) pada 25 Juli, naik menjadi 71,40 bps per 31 Juli 2025. Hal ini mengindikasikan meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level Rp16.500 per dolar AS pada Jumat (1/8), turun dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.450 per dolar AS pada Kamis (31/7).

Untuk perbandingan global, indeks dolar AS (DXY) — yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia seperti euro, yen, dan pound sterling — tercatat menguat ke level 99,97 pada akhir Juli.

Stabilitas Imbal Hasil Obligasi

Imbal hasil (yield) SBN 10 tahun tetap berada di angka 6,56 persen pada awal perdagangan Jumat (1/8), tidak berubah dari posisi hari sebelumnya. Sementara yield US Treasury Note 10 tahun justru turun ke 4,374 persen, menandakan minat investor global terhadap aset aman masih cukup tinggi.

Strategi BI Hadapi Tekanan Eksternal

Menghadapi kondisi pasar yang dinamis ini, BI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya. Strategi bauran kebijakan moneter dan fiskal pun terus dioptimalkan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru