Loading
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato sambutan dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12/2025). Pemerintah Indonesia menyepakati penyuntikan dana investasi awal sebesar 1 miliar dolar AS usai bergabung menjadi anggota New Development Bank. (ANTARA/Uyu Septiyati Liman.)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah memastikan delapan agenda pembangunan menjadi fokus utama pada pelaksanaan APBN 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran Rp2.567,9 triliun khusus untuk program strategis tersebut, dari total belanja negara yang mencapai Rp3.842 triliun.
Lewat paparannya dalam Rapimnas Kadin 2025 di Jakarta (1/12/2025), Airlangga menegaskan bahwa arah belanja negara diarahkan pada penguatan kedaulatan pangan, energi, ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah ini disebut sebagai pondasi menuju Indonesia yang tangguh dan sejahtera dalam jangka panjang.
1. Pendidikan Jadi Prioritas Terbesar
Dari delapan program unggulan, pendidikan mendapat porsi terbesar yakni Rp757,8 triliun. Anggaran ini akan dialokasikan untuk pengembangan sekolah unggulan, Sekolah Rakyat, hingga perbaikan fasilitas pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah.
2. Ketahanan Energi Rp402,4 Triliun
Program energi berada di posisi kedua dengan total Rp402,4 triliun. Belanja tersebut mencakup:
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk meningkatkan lifting migas, mendorong energi hijau, serta memastikan subsidi lebih tepat sasaran agar ketahanan energi lebih stabil.
3. Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp335 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan dengan alokasi Rp335 triliun. Pemerintah menargetkan penerima manfaat mencapai 80 juta pelajar pada pertengahan tahun depan, meningkat hampir dua kali lipat dari realisasi saat ini yang telah menjangkau 44 juta anak sekolah. Program ini dinilai memberi efek ekonomi berantai yang besar, terutama bagi UMKM penyedia bahan makanan.
Alokasi Prioritas Lainnya
Program Prioritas Anggaran 2026
Ketahanan Pangan Rp164,4 triliun
Sektor Kesehatan Rp244 triliun
Desa, Koperasi & UMKM Rp181,8 triliun
Pertahanan Semesta Rp424,8 triliun
Investasi & Perdagangan Global Rp57,7 triliun
Selain delapan fokus utama, pemerintah juga memperluas dukungan sektor perumahan rakyat melalui kebijakan PPN DTP diperpanjang hingga 2027, serta penyediaan KUR perumahan Rp130 triliun untuk mengurangi backlog hunian.
Airlangga mengajak Kadin untuk ikut mengawal implementasi program ini. “Ini angka besar. Kami berharap pengusaha dapat terlibat aktif dalam mendorong program yang telah disiapkan pemerintah,” ujarnya dikutip Antara.