Modus Baru di Tengah Duka: Wanita di Ciracas Gasak Perhiasan Rp30 Juta saat Pemakaman


 Modus Baru di Tengah Duka: Wanita di Ciracas Gasak Perhiasan Rp30 Juta saat Pemakaman Wanita diduga pelaku pencuri barang berharga senilai Rp 30 juta di Ciracas Jaktim, Senin (23/6/2025). Pelaku sadar difoto oleh keluarga pemilik rumah dan tutupi wajah. (Foto:wartakotalive.com/Miftahul Munir)

JAKARTA, ARAHKITA.COM  - Aksi pencurian dengan modus memanfaatkan momen duka terjadi di Ciracas, Jakarta Timur. Seorang wanita berusia sekitar 45 tahun diduga mencuri perhiasan dan barang berharga lainnya senilai sekitar Rp30 juta dari rumah duka di Jalan H. Nisin RT 06/07 pada Senin (23/6/2025).

Kejadian bermula saat keluarga besar Tri Basuki tengah berduka atas wafatnya sang anak. Saat seluruh keluarga mengikuti prosesi pemakaman, pelaku memanfaatkan situasi untuk masuk ke rumah korban dan melancarkan aksinya.

Menurut keterangan Basuki, pelaku mengenakan pakaian hijau dan berpura-pura sebagai kerabat almarhumah bernama Ayu. "Dia datang sendiri, bahkan sempat menangis di pelukan orang tua almarhumah agar terlihat meyakinkan," ujar Basuki saat ditemui Rabu (25/6/2025).

Pelaku bahkan menawarkan diri menjaga rumah saat keluarga berangkat ke makam, karena tahu bahwa salah satu besan Basuki tetap berada di rumah. Dalam pengawasan besan tersebut, gerak-gerik pelaku mulai mencurigakan. "Dia naik turun ke lantai atas, padahal besan saya sendiri yang sudah bertahun-tahun kenal saja tidak pernah naik ke atas rumah," tambahnya.

Merasa tidak nyaman, besan Basuki sempat mengambil foto pelaku sebagai langkah antisipasi.

Setelah keluarga kembali dari pemakaman, mereka menyadari sejumlah barang telah hilang. Di antaranya, beberapa keping emas batangan, perhiasan, uang tunai, serta satu unit telepon genggam. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Basuki menduga pelaku sudah melakukan pengintaian terlebih dahulu. Ia bahkan melihat beberapa orang mencurigakan berdiri di dekat gang menuju rumahnya sebelum kejadian. "Sepertinya dia tidak sendiri. Ada yang memantau dari luar," ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih berusaha mengumpulkan bukti tambahan dari rekaman CCTV di sekitar lokasi. Basuki juga mengungkapkan bahwa kasus serupa kerap terjadi di wilayah Ciracas, terutama saat ada acara duka maupun pernikahan.

"Ini bukan kejadian pertama. Banyak yang memanfaatkan kelengahan saat acara keluarga besar," tutupnya dikutip Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru