Loading
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz Iran ANTARA/Anadolupy
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, muncul sinyal positif dari Iran. Teheran dikabarkan siap mengizinkan kapal-kapal yang terkait dengan Jepang untuk kembali melintasi Selat Hormuz—jalur strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Kyodo, yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Ia menyebut bahwa Iran telah membuka pembicaraan dengan Jepang terkait kemungkinan akses kembali ke selat tersebut.
Langkah ini menjadi perhatian global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pasokan energi dunia. Jepang sendiri sangat bergantung pada jalur ini, dengan sekitar 90 persen impor minyaknya melewati kawasan tersebut.
Dalam wawancara yang dikutip dari The Asahi Shimbun, Araqchi menegaskan bahwa komunikasi antara Teheran dan Tokyo terus berlangsung guna mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, khususnya dalam menjaga stabilitas energi.
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran membuat jalur tersebut sempat tertutup. Dampaknya langsung terasa: harga minyak dunia melonjak tajam dan sejumlah negara, termasuk Jepang, terpaksa mengandalkan cadangan energi mereka.
Sementara itu, dinamika diplomasi juga terus bergerak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui telah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Washington. Dalam pertemuan tersebut, Trump mendorong Jepang untuk meningkatkan peran dalam menjaga keamanan jalur laut, termasuk kemungkinan pengiriman kapal perang.
Namun, Jepang menghadapi batasan konstitusional. Sebagai negara dengan prinsip pasifisme pascaperang, langkah militer di luar negeri hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu. Meski begitu, undang-undang keamanan yang disahkan pada 2015 memberikan ruang bagi Jepang untuk bertindak jika ancaman terhadap sekutu atau kepentingan vitalnya meningkat.
Jika pembicaraan antara Iran dan Jepang membuahkan hasil, langkah ini berpotensi meredakan tekanan di pasar energi global. Akses kembali ke Selat Hormuz bukan hanya penting bagi Jepang, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan.