Stop Ikuti Tren Skincare Sembarangan, Ini Saran Ahli Kulit  


 Stop Ikuti Tren Skincare Sembarangan, Ini Saran Ahli Kulit    Ilustrasi seseorang mengaplikasikan tabir surya pada kulit. ANTARA/HO-Pixabay

 

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Banyak orang masih keliru dalam merawat kulit dan rambut karena mengira semakin banyak produk yang digunakan, hasilnya akan semakin baik. Padahal, anggapan tersebut justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan kulit.

Konsultan Dermatologi di Kaya Clinic, Dr. Soham Bhattacharya, menegaskan bahwa kulit manusia tidak dirancang untuk menerima terlalu banyak perawatan sekaligus, seperti pembersih, scrub, hingga masker dalam satu waktu.

“Kulit tidak dirancang untuk dipoles setiap hari. Jika wajah terasa kencang setelah mencuci, itu bukan tanda bersih, melainkan tanda stres pada kulit,” ujar Dr. Soham Bhattacharya, dikutip dari Hindustan Times, Rabu (7/1/2926)

Menurutnya, penggunaan produk berlapis secara berlebihan dapat memicu iritasi, memperparah jerawat, serta merusak lapisan pelindung kulit. Kerusakan ini bahkan bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih.

Dr. Bhattacharya pun membagikan sejumlah kesalahan perawatan kulit dan rambut yang sebaiknya dihindari agar kesehatan kulit tetap terjaga.

Kesalahan dalam penggunaan tabir surya

Banyak orang masih salah menggunakan tabir surya, seperti mengoleskan terlalu tipis, jarang mengulang pemakaian, atau hanya memakainya saat cuaca cerah. Padahal, perlindungan dari sinar matahari harus dilakukan secara konsisten.

“Pigmentasi, melasma, hingga penuaan dini hampir selalu berhubungan dengan penggunaan sunscreen yang tidak tepat,” jelasnya.

Terjebak mitos perawatan rambut

Kebiasaan memijat kulit kepala secara agresif, penggunaan minyak rambut berlebihan, serta penataan rambut dengan panas yang terlalu sering masih dianggap aman. Namun, dokter kulit justru banyak menemukan kasus kerontokan rambut akibat kebiasaan tersebut.

“Menggaruk kulit kepala, mencuci rambut terlalu sering, atau terus mengganti produk demi pertumbuhan instan justru membuat rambut semakin menipis,” kata Dr. Bhattacharya.

Perawatan tubuh sering diabaikan

Tak hanya wajah dan rambut, perawatan kulit tubuh juga kerap dilakukan secara keliru. Penggunaan sabun keras, loofah, dan eksfoliasi setiap hari memang terasa menyegarkan, tetapi dapat mengikis lapisan alami kulit secara perlahan.

Terlalu percaya tren media sosial

Mengikuti tren perawatan kulit atau rambut di media sosial tanpa pemahaman medis juga menjadi kesalahan umum. Diagnosis mandiri berdasarkan konten viral dinilai berisiko dan bisa memperburuk kondisi kulit.

“Kebiasaan yang harus benar-benar dihentikan adalah mendiagnosis masalah kulit sendiri hanya berdasarkan media sosial,” tegasnya, seperti yang dikutip dari Antara

Hentikan kebiasaan tidak sehat

Selain produk perawatan, gaya hidup juga berperan besar. Dr. Bhattacharya mengingatkan pentingnya menghentikan kebiasaan begadang, stres berlebihan, diet ekstrem, kurang minum air, hingga merokok.

Menurutnya, perawatan kulit terbaik tetap dimulai dari kebiasaan sederhana dan konsisten, bukan dari banyaknya produk atau tren yang diikuti.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru