Lima Hal yang Perlu Dilakukan sebelum Operasi Plastik


 Lima Hal yang Perlu Dilakukan sebelum Operasi Plastik Foto ilustrasi: Antara News

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Permintaan bedah plastik kecantikan terus melonjak, terutama di kota-kota besar di Indonesia, seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan penampilan seperti di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.

“Di dunia yang serba cepat saat ini, pengejaran kecantikan dan penampilan fisik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang, terutama bagi perempuan. Operasi plastik (oplas) dipandang telah menjadi solusi kecantikan paling jitu, kekinian dan komprehensif. Namun, perlu perhatikan beberapa hal untuk mengetahui layanan terbaik yang paling aman,” kata Pendiri klinik kecantikan NMW Clinic dr. Nataliani Mawardi, Dipl. CIBTAC melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/1)

Meski oplas tengah menjadi tren, Nataliani mengingatkan agar berhati-hati memilih tempat sebelum memutuskan melakukan oplas.

"Salah memilih tempat melakukan oplas terkadang justru membawa mimpi buruk bagi banyak orang. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah mencari klinik berpengalaman dengan dokter yang terkualifikasi," katanya.

Karena itu, Nataliani memberikan lima hal penting yang perlu dirinci dan diperhatikan sebelum memutuskan melakukan prosedur operasi bedah kecantikan.

Pertama: Pilih dengan benar tempat atau klinik yang menyediakan layanan operasi plastik, tinjau pula kualifikasi dokter yang menangani.

Kedua: Tinjau lebih dalam  portofolio klinik beserta dokter yang melakukan praktek bedah kecantikan plastik. Calon pasien dapat memulainya dengan cara paling sederhana, dengan menelusurinya di internet, dan pilih klinik dan dokter dengan rekam jejak yang baik dan berpengalaman.

Ketiga: Periksa galeri akun sosial media klinik, termasuk membaca tiap testimoni yang dituliskan oleh para pasien yang pernah melakukan operasi plastik di sana.

Keempat: Berdiskusilah dengan kerabat yang pernah melakukan tindakan operasi plastik untuk mengetahui hasil dan pengalaman yang lebih terbuka dan jujur.

Kelima: Lakukan konsultasi dengan praktisi estetika yang bereputasi baik tentang kondisi yang dikeluhkan, mengingat setiap individu memiliki masalah dan kerumitan kasus yang berbeda.

“Disini lah peran ‘mata’ estetika serta ilmu dan pengalaman estetika dokter, di mana perawatan yang berhasil bagi dokter adalah menjadi pendengar yang baik, itu sudah mencapai 60 persen dari diagnosis untuk mengetahui secara cermat masalah yang ada dan memberikan solusi paling jitu. Keselamatan pasien dan hasil akhir adalah yang utama,” Nataliani menambahkan.

Lebih lanjut Nataliani mengatakan, operasi plastik maupun berbagai perawatan kecantikan memang bisa menjadi solusi untuk mengatasi tanda-tanda penuaan. Operasi plastik menawarkan perubahan yang lebih permanen, seperti facelift, operasi kelopak mata, atau pengencangan leher, sementara perawatan estetika seperti botox, filler, chemical peeling, dan terapi laser memberikan pilihan non-bedah untuk mengurangi kerutan, garis halus, dan memperbaiki tekstur kulit.

Mengenai tren, Nataliani menjelaskan prosedur bedah minor yang membutuhkan anestesi lokal seperti blepharoplasty dan transplantasi rambut, kini sedang ramai dicari. Sedangkan prosedur bedah mayor membutuhkan anestesi total yang sedang ramai digandrungi adalah sedot lemak (liposuction).

Nataliani menyebut setiap pendekatan memiliki pertimbangan tersendiri dalam hal biaya, waktu pemulihan, dan potensi risiko sehingga begitu penting bagi calon klien untuk cukup mencari tahu dan berkonsultasi dengan profesional guna menemukan opsi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi individu.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru