Tangkapan layar peta gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-BMKG
MATARAM, ARAHKITA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi yang berpeluang terjadi di wilayah perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Tinggi gelombang diprakirakan bisa mencapai empat meter dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Anggi Dewita, menjelaskan bahwa gelombang tinggi tersebut terdeteksi di sejumlah wilayah perairan, yakni Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia di selatan NTB.
“Berdasarkan peta tinggi dan arah gelombang, wilayah perairan selatan NTB berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter,” ujar Anggi di Mataram, Senin (5/1/2026) seperti dikutip dari Antara.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku aktivitas laut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang menggunakan perahu kecil maupun kapal berukuran sedang.
“Gelombang setinggi ini berbahaya tidak hanya bagi perahu nelayan dan kapal tongkang, tetapi juga berisiko bagi kapal penyeberangan seperti ferry,” kata Anggi.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut demi meminimalkan risiko kecelakaan di laut. “Kami berharap seluruh pengguna jasa laut benar-benar memperhatikan faktor keselamatan pelayaran,” tambahnya.
Prakiraan Cuaca NTB Sepekan ke Depan
Selain peringatan gelombang tinggi, BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca di wilayah NTB untuk periode 5 hingga 11 Januari 2026. Secara umum, kondisi cuaca diprediksi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.
Suhu udara di NTB diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius. Sementara itu, arah angin permukaan akan bertiup bervariasi dengan dominasi dari selatan hingga barat daya.
“Kecepatan angin permukaan diprakirakan dapat mencapai hingga 35 kilometer per jam,” pungkas Anggi.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu.