Pemuda Katolik Depok Dukung Jalur Hukum, Ajak Publik Kedepankan Dialog dan Kepala Dingin


  • Selasa, 14 April 2026 | 19:00
  • | News
 Pemuda Katolik Depok Dukung Jalur Hukum, Ajak Publik Kedepankan Dialog dan Kepala Dingin Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Depok, Fidelis Laurdyan Julianto, menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah situasi yang berkembang. (Foto: Istimewa)

DEPOK, ARAHKITA.COM – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Depok menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang diambil oleh Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik bersama GAMKI dalam merespons dinamika nasional terkait narasi sejarah konflik horizontal yang disampaikan oleh Jusuf Kalla.

Sikap ini ditegaskan sebagai upaya menjaga ketertiban, sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum, bukan melalui tekanan massa atau provokasi.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Depok, Fidelis Laurdyan Julianto, menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah situasi yang berkembang. Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terpancing oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

“Keadilan harus berdiri di atas kebenaran hukum, bukan sentimen massa. Kami mengimbau seluruh kader untuk tetap tenang, memperkuat iman, dan tidak terprovokasi. Mari kawal proses hukum ini dengan kepala dingin dan hati yang teguh,” ujarnya dalam pernyataan yang disampaikan Selasa (14/4/2026).

Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Riset dan Bantuan Hukum, Ricky Yosua, menegaskan bahwa pendekatan hukum merupakan langkah paling tepat dan bermartabat.

“Dalam perspektif hukum maupun ajaran Gereja, kekerasan bukanlah solusi. Kami mendukung penuh langkah PP Pemuda Katolik agar persoalan ini diselesaikan secara konstitusional, demi menjaga kebenaran sejarah dan marwah agama,” katanya.

Lebih jauh, Pemuda Katolik Depok menegaskan bahwa dalam ajaran Gereja Katolik tidak ada ruang untuk pembenaran kekerasan atas nama agama. Yang dikenal justru adalah konsep martyrium, yakni kesaksian iman melalui pengorbanan, bukan agresi terhadap sesama.

Nilai ini tercermin dalam teladan Yesus Kristus yang mengedepankan kasih dan pengampunan. Prinsip tersebut juga diperkuat oleh ajaran moral Gereja, termasuk larangan membunuh yang menjadi dasar penghormatan terhadap kehidupan manusia.

Dalam konteks ini, Pemuda Katolik Depok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog intelektual dan diskusi yang sehat. Mereka menilai, respons emosional justru berpotensi memperkeruh situasi dan merusak harmoni sosial.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan iman dan kebangsaan, Pemuda Katolik Komcab Kota Depok menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas serta mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

Tak hanya itu, mereka juga menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam ruang dialog publik yang konstruktif, demi menjaga persatuan dan memastikan setiap persoalan diselesaikan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru