Loading
KMP Rodhita diperbantukan di penyeberangan Selat Bali mengantisipasi lonjakan kendaraan saat libur Hari Raya Idul Adha. ANTARA/HO-ASDP Indonesia Ferry
JEMBRANA, ARAHKITA.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Kondisi cuaca yang berubah cepat dinilai berdampak langsung terhadap operasional penyeberangan kapal.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan perubahan cuaca memengaruhi proses sandar kapal hingga kegiatan bongkar muat kendaraan di pelabuhan.
Menurutnya, awak kapal dan petugas lapangan harus bekerja lebih hati-hati demi menjaga keselamatan penumpang dan kendaraan selama proses penyeberangan berlangsung.
“Perubahan kondisi cuaca di Selat Bali berdampak pada penyesuaian operasional kapal, terutama saat proses manuver sandar dan bongkar muat yang harus dilakukan lebih hati-hati,” ujar Windy di Jembrana, Minggu (24/5/2026).
Situasi tersebut memicu antrean kendaraan di sejumlah titik sekitar pelabuhan. Meski demikian, ASDP memastikan pengaturan lalu lintas kendaraan terus dilakukan agar antrean tidak menumpuk terlalu panjang.
Pihak ASDP mengakui waktu tunggu kendaraan untuk masuk kapal mengalami peningkatan. Namun, perusahaan menegaskan seluruh pelayanan penyeberangan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian karena keselamatan menjadi prioritas utama.
“Keselamatan tidak bisa dikompromikan dan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” katanya.
Menjelang libur Hari Raya Idul Adha, ASDP juga melakukan evaluasi menyeluruh setelah insiden dua kapal kandas di lintasan Ketapang–Gilimanuk beberapa waktu lalu. Evaluasi dilakukan bersama regulator dan berbagai pihak terkait guna memperkuat sistem operasional penyeberangan.
Langkah evaluasi meliputi penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP akan memaksimalkan penggunaan kantong parkir di Bulusan yang mampu menampung hingga 400 unit truk. Selain itu, petugas tambahan juga disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan.
ASDP juga menambah armada kapal dengan menghadirkan KMP Rodhita. Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 58 kendaraan kecil atau sekitar 30 kendaraan campuran dikutip Antara.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga arus kendaraan tetap bergerak secara bertahap dan tertib.
“Meski ada antrean, kendaraan harus tetap bergerak. Itu yang paling penting. Karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali,” ujarnya.