Loading
Arsip - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siniar bersama ANTARA TV membahas sejumlah isu strategis terkait penanggulangan bencana di Kantor Antara Heritage Center di Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko PrasetyoArsip - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siniar bersama ANTARA TV membahas sejumlah isu strategis terkait penanggulangan bencana di Kantor Antara Heritage Center di Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memprediksi adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal penting karena kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (24/5/2026) malam.
BNPB mencontohkan dampak cuaca ekstrem yang baru saja terjadi di Blora. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan banjir merendam sedikitnya 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu.
Peristiwa banjir tersebut terjadi pada Jumat (22/5) malam. Meski genangan air dilaporkan mulai surut sehari setelahnya usai asesmen dilakukan BPBD setempat, BNPB menilai kondisi atmosfer saat ini masih sangat dinamis dan fluktuatif.
Menariknya, di tengah potensi hujan lebat yang masih terjadi di sejumlah daerah, beberapa wilayah Indonesia justru mulai memasuki musim kemarau. Karena itu, BNPB meminta masyarakat tidak hanya waspada terhadap ancaman banjir dan longsor, tetapi juga potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BNPB juga mengimbau masyarakat rutin memantau informasi resmi dan peringatan dini yang dikeluarkan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Langkah antisipasi sejak dini dinilai menjadi kunci penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan akibat bencana yang dipicu cuaca ekstrem.