Gubernur Papua Pegunungan John Tabo diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/Yudhi Efendi
WAMENA, ARAHKITA.COM – Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil menyusul sejumlah gangguan keamanan yang menimbulkan korban jiwa di wilayah tersebut.
John Tabo meminta masyarakat di delapan kabupaten di Papua Pegunungan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, situasi yang aman menjadi bagian penting agar aktivitas masyarakat dan pembangunan dapat terus berjalan.
“Kami minta kepada masyarakat di delapan kabupaten untuk menjaga situasi kamtibmas di daerah masing-masing sehingga segala aktivitas apa pun dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata John dalam keterangan tertulis di Wamena, Selasa.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca 24 September: Hujan Ringan hingga Awan Tebal Mendominasi Sejumlah WilayahSeruan tersebut disampaikan setelah sejumlah peristiwa kekerasan terjadi di Papua Pegunungan dalam beberapa waktu terakhir.
Pada 9 September 2026, tiga warga sipil yang merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Distrik Muliama.
Aparat keamanan menduga penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata. Penyelidikan terkait peristiwa tersebut masih menjadi bagian dari proses penanganan keamanan di wilayah itu.
Peristiwa lainnya terjadi beberapa hari kemudian. Seorang sopir angkutan bernama Aris Sanda ditemukan meninggal dunia setelah diserang di jalur utama Habema, Kabupaten Jayawijaya.
Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan kronologi lengkap serangan tersebut.
Masyarakat Sipil Jangan Jadi Korban
John Tabo menyayangkan rentetan kekerasan yang terjadi karena warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik justru menjadi korban.
“Kami sedih sekali atas peristiwa tersebut. Biarlah apa yang telah dilakukan itu dapat dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai perbuatan yang dilakukan,” ujarnya.
Dalam keterangannya, John juga menyampaikan penilaian bahwa terdapat pihak-pihak yang tidak menginginkan percepatan pembangunan dan terciptanya kedamaian di Papua Pegunungan.
Namun, ia tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang dimaksud maupun bukti yang menjadi dasar penilaian tersebut.
Karena itu, John meminta kelompok-kelompok yang berada di wilayah pegunungan dan hutan menghentikan tindakan kekerasan, khususnya yang berdampak kepada masyarakat sipil.
“Kekerasan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini supaya dihentikan sudah, sampai di situ. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian sehingga mendorong kesejahteraan yang kita harapkan kepada seluruh masyarakat di delapan kabupaten Papua Pegunungan,” katanya.
Ajak Masyarakat Jadi Agen Perdamaian
Sebelumnya, John Tabo juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mengambil peran sebagai agen perdamaian di Papua Pegunungan.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas keamanan.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya suasana yang lebih aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan pembangunan di delapan kabupaten Papua Pegunungan dapat terus berlangsung.
Bagi pemerintah daerah, penghentian kekerasan terhadap warga sipil dan terjaganya keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.