Jumat, 11 September 2026

BNPB-Pemprov Jabar Simulasi Waspada Gempa Besar Sesar Lembang


  • Rabu, 24 April 2019 | 14:09
  • | News
 BNPB-Pemprov Jabar Simulasi Waspada Gempa Besar Sesar Lembang BPBD Jawa Barat. (CNN Indonesia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemprov Jabar menyelenggarakan gladi ruang atau tabletop exercise (TTX), di Lembang, Jabar, Selasa, 23/4.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana yang dapat saja terjadi di daerah ini. Data dan informasi BMKG menyebut wilayah Jawa Barat ini dilintasi oleh Sesar Lembang yaitu patahan di dalam bumi. Sesar Lembang ini melintang di utara cekungan Bandung, Jawa Barat sepanjang hingga 29 kilometer. Dengan patahan sepanjang puluhan kilometer ini, jika terjadi gempa, akan berdampak  sangat luas di daerah ini.

"TTX tersebut memfokuskan pada tiga tema utama, yaitu kesiapsiagaan masyarakat, aktivitasi pos komando, dan koordinasi multipihak serta penggunaan anggaran. Penyelenggaraan TTX ini selaras dengan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam rapat koordinasi BNPB dan BPBD 2019 untuk pelaksanaan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala," dalam keterangan resmi yang diterima dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu, 24/4. Hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan Sesar Lembang berisiko terjadi gempa dengan magnitudo maksimum magnitudo 6,8. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemodelan peta tingkat guncangan atau shakemap. Skenario yang digunakan adalah magnitudo 6,8 dengan kedalaman 10 kilometer di zona Sesar Lembang. Pemodelan menunjukkan intensitas guncangan VII - VIII MMI.

Terkait dengan potensi ancaman Sesar Lembang, dilakukan uji coba antara TTX BNPB-Pemprov Jabar bertujuan untuk meningkatkan dan menyamakan pemahaman ancaman dan risiko bahaya. "Perlunya meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan yang terkait, baik pemerintah, masyarakat, pakar, dunia usaha dan media terhadap sistem komando penanganan darurat bencana," ujar Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja pada siaran pers tersebut. Wisnu menambahkan latihan ini juga untuk menguji dan mengharmoniskan rancangan Ranperpres SOP penanganan darurat bencana, Renkon BPBD Provinsi Jawa Barat, dan Rencana Tindakan Kontijensi Kodam III Siliwangi. Di samping membangun kesiapan di tingkat pemangku kepentingan, BNPB dan pemerintah provinsi juga ingin membangun kesiapan masyarakat di wilayah Jawa Barat. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, menjelaskan, wilayah Jabar memiliki tiga sumber gempa. Mereka adalah zona megathrust di wilayah selatan Jawa Barat, selatan Selat Sunda, dan sesar aktif di daratan. Setidaknya, ujar Daryono, ada terakhir sesar yang telah teridentifikasi adalah Sesar Baribis, Lembang dan Cimandiri. Ia menerangkan sebanyak 26 kejadian gempa merusak dengan magnitudo 3.3 hingga 7.3 di wilayah Jawa Barat pada periode 1963 hingga 2018. Intensitas maksimum yang dapat ditimbulkan mencapai VIII MMI. Sementara itu, Peneliti Geotek LIPI Mudrik Daryono mencatat secara detail Sesar Lembang dengan menggunakan metode tektonik geomorfologi dan paleoseismologi, membagi Sesar Lembang menjadi enam bagian. Panjang keseluruhan dari bagian tersebut mencapai 29 km, mulai dari Cimeta, Cipogor, Cihideng, Gunung Batu, Cikapundang, dan Batu Lenceng. 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru