Loading
Poster laga tinju kelas berat ringan Dmitry Bivol kiri melawan Michael Eifert. (WBA)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemegang tiga sabuk juara dunia kelas berat ringan Dmitry Bivol dijadwalkan kembali naik ring untuk menghadapi petinju Jerman Michael Eifert di Yekaterinburg, Rusia, pada 30 Mei mendatang.
Pertarungan ini menjadi salah satu duel yang paling dinantikan di divisi 79,3 kilogram setelah Bivol terus menunjukkan dominasinya sebagai salah satu petinju terbaik dunia saat ini.
"Bivol memasuki pertarungan penyatuan gelar dengan posisi yang kokoh sebagai salah satu juara tinju paling dominan di dunia," demikian pernyataan World Boxing Association (WBA) dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Bivol datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membalas satu-satunya kekalahan dalam karier profesionalnya saat mengalahkan Artur Beterbiev dalam laga ulang pada Februari 2025.
Kemenangan tersebut membuat petinju asal Rusia itu sempat menyandang status juara sejati dengan menguasai empat sabuk utama kelas berat ringan, yakni WBA, WBC, IBF, dan WBO. Rekornya kini tercatat 24 kemenangan, termasuk 12 kemenangan knockout, dan hanya sekali kalah.
Meski begitu, Bivol kemudian melepas sabuk WBC sehingga kini tetap berstatus unified champion dengan tiga gelar utama WBA, IBF, dan WBO.
Keunggulan Bivol selama ini terletak pada akurasi pukulan, disiplin bertahan, dan kemampuan mengatur jarak yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Gaya bertarungnya bahkan kerap disebut seperti permainan catur di atas ring karena penuh perhitungan dan kontrol tempo.
Laga melawan Eifert menjadi peluang besar bagi Bivol untuk semakin memperkuat dominasinya di kelas 175 pon sekaligus menjaga reputasinya sebagai penguasa divisi.
Di sisi lain, Michael Eifert datang bukan sekadar pelengkap. Petinju asal Jerman itu membawa status juara dunia sementara IBF kelas berat ringan dan dikenal memiliki gaya bertarung agresif namun tetap disiplin secara taktik.
Eifert memiliki catatan 13 kemenangan dengan lima KO dan satu kekalahan. Konsistensinya di atas ring membuatnya berhasil mendapatkan kesempatan emas untuk menantang gelar juara dunia.
Petinju Jerman itu diprediksi akan tampil menekan sejak ronde awal. Dengan kekuatan fisik dan volume pukulan yang solid, Eifert diyakini bakal mencoba membatasi ruang gerak Bivol dan menyerang ke area tubuh demi memperlambat ritme sang juara.
Namun menghadapi salah satu petinju dengan pertahanan terbaik di dunia jelas bukan tugas mudah. Eifert harus mampu menjaga tekanan sepanjang laga jika ingin menciptakan kejutan besar di Rusia.