IHSG Melemah 1,07 Persen di Awal Pekan, Tertekan Sentimen Global dan Regional


 IHSG Melemah 1,07 Persen di Awal Pekan, Tertekan Sentimen Global dan Regional IHSG Melemah 1,07 Persen di Awal Pekan.(RRI/Magdalena Krisnawati

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/10), mengikuti tekanan yang terjadi di pasar saham regional dan global.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat turun 88,21 poin atau 1,07 persen ke level 8.169,65 pada pembukaan pagi. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut terkoreksi 9,45 poin atau 1,19 persen ke posisi 784,16.

Menurut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, pelemahan IHSG disebabkan oleh penguatan indeks dolar AS yang menyentuh level 99, tertinggi sejak Juni 2025. Kuatnya dolar menandakan pergeseran minat investor global ke aset-aset safe haven, yang berisiko memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data utang luar negeri (ULN) Agustus 2025 yang akan diumumkan Bank Indonesia pada Rabu (15/10). Pada bulan sebelumnya, ULN tercatat tumbuh 4,1 persen secara tahunan menjadi 434,1 miliar dolar AS. Komposisi ULN masih didominasi pinjaman jangka panjang dan rasio ULN terhadap PDB menurun ke 30 persen.

Investor juga menanti data Penanaman Modal Asing (PMA) kuartal III-2025 yang dijadwalkan rilis pada hari yang sama. Sebelumnya, realisasi investasi di kuartal II mencapai Rp477,7 triliun, dengan kontribusi PMA sebesar Rp202,2 triliun.

Sementara itu dari luar negeri, dilansir Antara, penutupan pemerintahan (shutdown) di Amerika Serikat telah memasuki hari kesembilan tanpa kemajuan berarti antara Kongres dari Partai Demokrat dan Republik. Dampak dari shutdown mulai terasa, termasuk pengurangan staf IRS serta penundaan jadwal penerbangan oleh FAA.

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed. Risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan perbedaan pandangan di internal The Fed, sehingga investor masih menahan diri sambil menunggu sinyal pelonggaran yang lebih tegas.

Pelemahan juga terjadi di bursa global. Indeks saham Eropa ditutup negatif pada perdagangan Jumat (10/10), dengan Euro Stoxx 50 turun 1,68 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,86 persen, DAX Jerman turun 1,50 persen, dan CAC Prancis terkoreksi 1,53 persen.

Bursa saham AS mengalami koreksi tajam. Dow Jones turun 1,90 persen ke 46.479,60, S&P 500 melemah 2,71 persen ke 6.552,51, dan Nasdaq terkoreksi paling dalam, yakni 3,49 persen ke 24.221,75.

Pagi ini, pasar Asia pun dibuka dalam zona merah. Nikkei Jepang turun 1,01 persen ke 48.088,80, Shanghai melemah 1,16 persen ke 3.851,25, Hang Seng turun 2,14 persen ke 25.733,50, dan Strait Times terkoreksi 1,05 persen ke 4.380,00.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru