Dari kiri ke kanan yakni Gabriele I. Tironi Selaku Direktur, Andy N. Purwohardono, Komisaris, David Utama sebagai Presiden Direktur, dan Daniel Phua sebagai Direktur dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Selasa. ANTARA/Irfan
TANGERANG, ARAHKITA.COM –Siloam International Hospitals mengambil langkah strategis untuk memperkuat kepemilikan aset rumah sakit. Perseroan akan mengakuisisi 14 properti rumah sakit yang sebelumnya digunakan sebagai aset sewa dengan nilai transaksi sekitar Rp6,9 triliun.
Langkah tersebut disampaikan Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Karawaci, Tangerang, Selasa (22/9/2026).
Menurut David, akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Siloam untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari kegiatan operasional rumah sakit sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan aset dan pengembangan layanan klinis.
Baca juga:
Prabowo Sebut Negara Akan Terima Tambahan Rp49 Triliun dari Dana Tak Bertuan dan Hasil Penertiban“Akusisi menandai tonggak penting bagi kami untuk memperoleh porsi nilai yang lebih besar dari operasional, fleksibilitas yang lebih luas atas strategi aset dan klinis, serta membangun fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan jangka panjang rumah sakit,” kata David.
Dua Tahap Akuisisi
Dalam pelaksanaannya, transaksi akuisisi 14 properti rumah sakit tersebut akan dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama mencakup delapan properti rumah sakit berdasarkan perjanjian jual beli saham bersyarat. Penyelesaian akhir transaksi tahap ini ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.
Selanjutnya, Siloam berpotensi mengakuisisi enam properti tambahan berdasarkan pengaturan opsi jual yang telah disepakati.
Selain membahas akuisisi, RUPSLB juga membahas pemberian jaminan atas aset tertentu milik perseroan. Jaminan tersebut berkaitan dengan fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun yang akan digunakan untuk mendukung transaksi.
David mengatakan, kepemilikan langsung atas properti rumah sakit akan memberikan ruang yang lebih luas bagi perseroan dalam menentukan strategi pengembangan aset dan layanan.
Dengan status aset yang menjadi milik sendiri, Siloam juga memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan investasi pada fasilitas rumah sakit, menambah kapasitas, serta mengembangkan layanan klinis sesuai kebutuhan pasien.
“Kepemilikan atas properti tersebut akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi kami untuk berinvestasi pada fasilitas rumah sakit, menambah kapasitas, dan meningkatkan layanan klinis sesuai dengan kebutuhan pasien yang terus berkembang,” ujar David.
Dampak terhadap Kinerja Keuangan
Dari sisi keuangan, transaksi akuisisi diperkirakan akan meningkatkan biaya pendanaan dalam jangka pendek. Namun, manajemen Siloam memperkirakan transaksi tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang.
Kontribusi tersebut diharapkan berasal dari peningkatan arus kas operasional serta kepemilikan yang lebih besar atas aset-aset rumah sakit yang dinilai strategis.
Transaksi ini juga telah didukung oleh pendapat kewajaran independen yang diterbitkan oleh penilai independen.
Dengan akuisisi tersebut, Siloam tidak hanya memperkuat posisi kepemilikan atas properti yang digunakan untuk operasional rumah sakit, tetapi juga menyiapkan fondasi aset untuk mendukung ekspansi dan pengembangan layanan ke depan.
14 Aset Rumah Sakit yang Diakuisisi
Sebanyak 14 properti rumah sakit yang masuk dalam transaksi tersebut tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Aset-aset tersebut meliputi:
Akuisisi tersebut menjadi bagian dari upaya Siloam untuk memperbesar kepemilikan atas aset strategis sekaligus memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan jaringan rumah sakit dan layanan kesehatan di Indonesia.