Loading
Supermodel Gigi Hadid (ANTARA/HO)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Model internasional Gigi Hadid akhirnya memberikan tanggapan terkait kemunculan namanya dalam dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dirilis oleh U.S. Department of Justice.
Dokumen tersebut memuat percakapan email pada Desember 2015 yang turut menyinggung karier Gigi dan saudarinya, Bella Hadid. Dalam percakapan itu, seseorang mempertanyakan kesuksesan mereka di dunia modeling dan menyinggung dugaan adanya dukungan finansial dari keluarga.
Menanggapi hal ini, Gigi akhirnya angkat bicara melalui media sosial setelah mendapat tekanan dari warganet.
Baca juga:
Gigi Hadid Disebut Hamil Anak Zayn Malik“Mengerikan membaca seseorang yang tidak pernah Anda temui berbicara tentang Anda seperti itu. Terutama dalam konteks ini,” tulisnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa isi dokumen tersebut membuatnya sangat tidak nyaman. “Isi dokumen itu membuat saya mual,” ungkapnya.
Menurut Gigi, selama ini ia memilih diam karena tidak ingin mengalihkan perhatian dari para korban utama dalam kasus tersebut. Namun, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Model berusia 30 tahun itu dengan tegas membantah adanya hubungan apa pun dengan Epstein.
“Saya ingin menegaskan dengan jelas bahwa saya tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan orang yang menjijikkan tersebut,” kata Gigi.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja keras sejak awal karier modelingnya pada 2012. Meski berasal dari keluarga yang berkecukupan, Gigi menekankan bahwa orang tuanya, Mohamed Hadid dan Yolanda Hadid, selalu menanamkan nilai kerja keras.
Sebagai informasi, Jeffrey Epstein sebelumnya ditangkap pada Juli 2019 dan didakwa atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur serta konspirasi. Ia meninggal dunia di penjara beberapa minggu kemudian.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik karena melibatkan banyak nama besar dan memunculkan berbagai spekulasi.
Pengamat budaya pop, Rina Setiawan, menilai, “Respons Gigi Hadid penting untuk menjaga reputasi publiknya. Di era digital, klarifikasi langsung seperti ini sangat diperlukan agar tidak berkembang menjadi opini liar.”
Dengan pernyataan ini, Gigi berharap publik dapat memahami posisinya sekaligus tetap fokus pada isu utama, yaitu keadilan bagi para korban.