Loading
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance ANTARAHOwwwvancesenategov
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dilaporkan telah bertolak dari Washington, D.C. menuju Swiss untuk menghadiri rangkaian pembicaraan diplomatik dengan Iran.
Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Persnya, Luke Schroeder, melalui unggahan di platform X pada Minggu (21/6/2026).
“Wakil Presiden JD Vance telah lepas landas dari Washington, D.C., menuju Swiss,” tulis Schroeder dalam pernyataannya yang turut disertai video keberangkatan Vance menaiki pesawat.
Baca juga:
Utusan Khusus AS Steve Witkoff Bertolak ke Swiss, Perundingan Nuklir Amerika-Iran Bersiap DimulaiSebelumnya, Vance juga sempat menyampaikan kepada Fox News bahwa dirinya berkemungkinan akan bergabung dengan tim negosiator Amerika Serikat dalam perundingan dengan Iran yang digelar di Swiss dalam beberapa hari ke depan.
Pertemuan di Swiss tersebut menjadi bagian dari upaya lanjutan dialog antara Amerika Serikat dan Iran. Pembicaraan ini disebut melibatkan sejumlah mediator internasional, termasuk Pakistan dan Qatar, yang berperan dalam menjembatani komunikasi kedua pihak.
Sebelumnya, Vance sempat membatalkan rencana perjalanannya ke Swiss, di mana pertemuan awal antara delegasi AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ia akhirnya memutuskan untuk hadir langsung dalam proses negosiasi tersebut.
Langkah ini menandai meningkatnya intensitas diplomasi antara Washington dan Teheran di tengah berbagai isu strategis global yang masih menjadi perhatian kedua negara.
Kehadiran pejabat tinggi seperti Wakil Presiden AS dalam forum tersebut dinilai mencerminkan keseriusan Amerika Serikat dalam mencari titik temu diplomatik dengan Iran.
Meski detail agenda pembicaraan belum diungkap secara resmi, pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif dan mengurangi ketegangan yang selama ini terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dengan dimulainya kembali pertemuan di Swiss, dunia kini menyoroti potensi arah baru hubungan Amerika Serikat dan Iran di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.