Loading
Duo GeryGany berhasil menghidupkan malam lewat kolaborasi spesial bersama musisi senior, Ivan Nestorman dalam gelaran Millway Jazz Night di GIOI Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). (Foto-Foto: Dok. Pribadi)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Suasana hangat dan penuh rasa terasa di GIOI Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Dalam gelaran Millway Jazz Night, duo GeryGany berhasil menghidupkan malam lewat kolaborasi spesial bersama musisi senior, Ivan Nestorman.
Penampilan mereka tidak sekadar musikal, tetapi juga emosional. Lagu “Flobamora” dan versi daur ulang “Sesaat Kau Hadir” milik Utha Likumahua dibawakan dengan aransemen baru yang terasa segar namun tetap menyentuh.
“Ini pengalaman yang sangat istimewa bagi kami. Bisa berkolaborasi dengan sosok panutan tentu menjadi kebanggaan,” ujar Gery.
Baca juga:
Festival Jazz “Serbu” FloresDari Gereja ke Panggung Nasional
Duo kembar Yohanes Gerald Bria Abanit (Gery) dan Petrus Giovany Bria Abanit (Gany) telah mengenal musik sejak kecil, terutama dari aktivitas bernyanyi di gereja.
Perjalanan profesional mereka dimulai saat mengikuti The Voice Indonesia pada 2019. Awalnya tampil secara individu, mereka justru diarahkan menjadi duo—keputusan yang membawa mereka hingga babak 17 besar.
Langkah mereka berlanjut ke X Factor Indonesia pada 2021. Dalam ajang tersebut, GeryGany berhasil menembus 6 besar gala show dan mulai dikenal luas oleh publik.
Pengalaman Panggung yang Membentuk Karakter
Selama mengikuti ajang pencarian bakat, GeryGany menunjukkan kemampuan vokal yang fleksibel dengan membawakan berbagai genre.
Di antaranya:
Pengalaman ini membentuk karakter musikal mereka yang adaptif dan kuat, menjadi bekal penting dalam perjalanan karier di industri musik.
Produktif Berkarya: Dari Single hingga EP
Selepas ajang kompetisi, GeryGany terus konsisten merilis karya.
Singel:
Album:
Lagu “Sesaat Kau Hadir” menjadi salah satu karya penting mereka karena menghadirkan kembali lagu legendaris dengan sentuhan modern.
Di Balik Lagu Judika: Karya yang Penuh Rasa
GeryGany juga menunjukkan kapasitas mereka sebagai kreator. Salah satu pencapaian terbaru adalah lagu “Sakit Tak Bertepi” yang dinyanyikan oleh Judika.
Lagu ini terinspirasi dari kisah nyata dan dikemas dalam nuansa pop ballad dengan sentuhan rock dan R&B.
“Kami sudah membayangkan dari awal bahwa lagu ini akan cocok dinyanyikan Abang Judika,” ungkap Gany.
Respons emosional pun tak terhindarkan saat mereka pertama kali mendengar hasil akhir lagu tersebut—sebuah momen yang menggambarkan betapa personalnya karya ini bagi mereka.
Jazz sebagai Ruang Bernapas
Millway Jazz Night bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga pengalaman.
Jazz hadir dengan karakter yang berbeda:
Dalam ritme yang mengalir, tubuh dan pikiran perlahan ikut menyesuaikan. Jazz menjadi semacam self-care sederhana—cara untuk kembali pada ritme yang lebih tenang dan manusiawi.
Perjalanan yang Terus Tumbuh
Penampilan GeryGany di Millway Jazz Night menjadi bukti bahwa mereka bukan hanya lulusan ajang pencarian bakat, tetapi musisi yang terus berkembang.
Dari panggung gereja hingga kolaborasi dengan musisi besar, perjalanan mereka menunjukkan satu hal: musik adalah proses panjang yang terus hidup.
Dan di tengah hiruk pikuk kota, jazz menjadi ruang kecil untuk kembali—pada diri sendiri.