Selasa, 29 September 2026

Kekeringan Melanda Gyeongsang Selatan Korea Selatan, 200 Truk Air Dikerahkan


 Kekeringan Melanda Gyeongsang Selatan Korea Selatan, 200 Truk Air Dikerahkan Kekeringan Melanda Gyeongsang Selatan Korea Selatan, 200 Truk Air Dikerahkan. (Ilustrasi AI)

CHANGWON, KORSEL, ARAHKITA.COM – Kekeringan yang semakin parah melanda Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Pemerintah setempat pun mengerahkan ratusan kendaraan tangki untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi masyarakat dan lahan pertanian yang terdampak.

Pada Kamis (13/8/2026), sekitar 200 truk tangki air bersama 400 personel pemadam kebakaran dari berbagai wilayah dikerahkan ke Gyeongsang Selatan. Mobilisasi tersebut dilakukan berdasarkan perintah pengerahan pemadam kebakaran nasional yang dikeluarkan pada Selasa (11/8).

Langkah ini menunjukkan seriusnya kondisi kekeringan di wilayah tenggara Korea Selatan. Pasokan air tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membantu mempertahankan ketersediaan air bagi sektor pertanian.

Ribuan Ton Air Sudah Disalurkan

Selain armada pemadam kebakaran, pemerintah juga mendapat dukungan dari unsur militer dan kehutanan.

Sebanyak 14 kendaraan tambahan dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, serta Dinas Kehutanan Korea Selatan turut dikerahkan untuk mendukung distribusi air ke wilayah terdampak.

Hingga pukul 18.00 waktu setempat pada Rabu (12/8), otoritas telah menyalurkan hampir 4.770 ton air ke berbagai wilayah di Gyeongsang Selatan.

Distribusi air dilakukan sebagai respons terhadap kondisi cadangan air yang terus menurun akibat kekeringan berkepanjangan.

Seluruh Wilayah Gyeongsang Selatan Terdampak

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena seluruh 18 wilayah administratif di Gyeongsang Selatan kini telah masuk dalam status kekeringan.

Kabupaten Hamyang menjadi wilayah terakhir yang masuk dalam kondisi tersebut. Sebelumnya, Hamyang merupakan satu-satunya wilayah administratif di provinsi itu yang belum terdampak kekeringan. Kini, daerah tersebut setidaknya telah ditetapkan dalam status waspada kekeringan.

Secara keseluruhan, rata-rata cadangan air di 18 wilayah administratif Gyeongsang Selatan hanya mencapai 32,8 persen dikutip Antara.

Angka tersebut jauh di bawah rata-rata jangka panjang yang berada di level 70,8 persen. Selisih yang cukup besar ini menunjukkan tekanan serius terhadap ketersediaan air di wilayah tersebut.

Bukan Pertama Kali Korsel Kerahkan Armada Nasional

Pengerahan ratusan truk tangki kali ini bukan langkah pertama Korea Selatan dalam menghadapi kekeringan.

Perintah mobilisasi pemadam kebakaran nasional serupa sebelumnya pernah dikeluarkan pada Agustus 2025, ketika kekeringan melanda kota pesisir timur Gangneung.

Dengan kondisi yang kembali terjadi pada tahun ini, pemerintah Korea Selatan harus mengandalkan mobilisasi lintas wilayah dan dukungan berbagai institusi untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat.

Kekeringan di Gyeongsang Selatan sekaligus memperlihatkan bagaimana perubahan kondisi cuaca dapat memberikan tekanan besar terhadap kebutuhan air rumah tangga maupun pertanian.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru