Loading
Beberapa jenis biji dan kacang-kacangan memiliki kandungan magnesium tinggi dan bisa menjadi pilihan untuk memenuhi asupan magnesium.ANTARA/Sizuka
JAKARTA,ARAHKITA.COM - Suplemen magnesium belakangan semakin populer sebagai salah satu cara alami untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. Menurut profesor dari New York Institute of Technology, Maria Pino, Ph.D., waktu konsumsi magnesium ternyata bisa memengaruhi efektivitasnya terhadap kualitas tidur.
Dalam penjelasannya yang dikutip dari Eating Well, Pino menyebutkan bahwa magnesium berperan dalam menyeimbangkan neurotransmiter di otak, terutama dengan membantu menghambat glutamat dan meningkatkan aktivitas GABA.
“Magnesium diusulkan untuk mengatasi insomnia dengan mengembalikan keseimbangan neurotransmiter, terutama dengan memblokir glutamat dan meningkatkan GABA,” ujar Pino Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.
GABA sendiri merupakan neurotransmiter yang membantu menenangkan sistem saraf sehingga tubuh lebih rileks dan mudah tertidur. Selain itu, magnesium juga disebut dapat mendukung produksi melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Ahli gizi Whitney Stuart, M.S., RDN, menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk mengonsumsi magnesium adalah sekitar 30 hingga 60 menit sebelum tidur.
“Rentang waktu ini memungkinkan tubuh menyerap dan memanfaatkan magnesium sebagai bagian dari proses relaksasi,” kata Stuart.
Menurutnya, konsumsi secara rutin pada waktu yang sama setiap malam juga dapat membantu tubuh membangun kebiasaan tidur yang lebih teratur.
“Mengonsumsi magnesium pada waktu yang sama setiap malam memperkuat sinyal bahwa sudah waktunya tidur,” tambahnya.
Magnesium tidak hanya membantu relaksasi otot, tetapi juga berperan dalam menenangkan sistem saraf. Hal ini membuat tubuh lebih siap untuk memasuki fase tidur.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa magnesium dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada individu dengan kadar magnesium rendah atau mengalami gangguan tidur ringan.
Meski tergolong aman bagi sebagian besar orang, magnesium tetap perlu dikonsumsi dengan hati-hati. Pino mengingatkan bahwa suplemen ini dapat memengaruhi tekanan darah.
“Magnesium dapat menurunkan tekanan darah, sehingga perlu dipantau pada pasien yang mengonsumsi obat antihipertensi,” jelasnya.
Selain itu, magnesium juga dapat mengganggu penyerapan beberapa obat seperti antibiotik tertentu dan obat tiroid.
Untuk menghindari interaksi, biasanya disarankan memberi jeda beberapa jam antara konsumsi magnesium dan obat-obatan tersebut.
Para ahli menyarankan agar konsumsi magnesium dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Jika ingin menggunakannya sebagai suplemen tidur, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Mengombinasikan konsumsi magnesium dengan rutinitas relaksasi seperti membaca buku, meredupkan lampu, atau meditasi ringan juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur secara alami.