Loading
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) menyapa warga saat meninjau banjir dan warga terdampak di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan optimisme bahwa Bank Jakarta siap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun depan. Keyakinan tersebut didukung oleh penguatan budaya kerja, peningkatan profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan.
Menurut Pramono, langkah paling krusial dalam menuju perusahaan terbuka adalah membangun corporate culture yang kuat dan konsisten. Budaya kerja ini dinilai akan menjadi fondasi utama Bank Jakarta dalam menghadapi tuntutan transparansi dan akuntabilitas sebagai emiten.
“Untuk menjadi bank yang siap IPO, corporate culture harus benar-benar dibentuk dan menjadi bagian yang melekat dalam perusahaan,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026), seperti yang dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, budaya kerja yang sehat akan memengaruhi arah kebijakan, kualitas kinerja, serta daya saing Bank Jakarta di tengah persaingan industri perbankan nasional.
Selain itu, Pramono juga menekankan pentingnya membangun kerja tim yang solid dengan pendekatan kerja yang efisien. Menurutnya, sektor perbankan menuntut ketepatan dan kecermatan, bukan sekadar bekerja keras tanpa strategi.
“Karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tapi harus work smart,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut meminta manajemen Bank Jakarta untuk terus mengedepankan profesionalisme, termasuk dengan memangkas birokrasi yang berpotensi menghambat kinerja bisnis. Ia menilai birokrasi berlebihan dapat menurunkan daya saing sekaligus kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kepercayaan (trust) merupakan modal utama dalam dunia usaha. Ia berharap Bank Jakarta mampu memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta, termasuk dalam mematangkan persiapan menuju IPO.
“Untuk memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026,” kata Agus.
Inisiatif pertama difokuskan pada penguatan infrastruktur teknologi informasi melalui pembangunan dua data center modern, pembaruan sistem inti perbankan, serta peningkatan keamanan siber yang ditargetkan rampung pada September 2026.
Inisiatif kedua adalah pengembangan aplikasi mobile banking generasi terbaru yang dirancang lebih aman, cepat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi ini ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi seluruh ketentuan regulator.
Sementara inisiatif ketiga diarahkan pada penguatan portofolio produk, salah satunya melalui persiapan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bank Jakarta optimistis mampu meningkatkan daya tarik di mata investor menjelang rencana IPO.