JCM Soroti Pembubaran Diskusi di UGM, Tegaskan Kampus Bukan Tempat Intimidasi


  • Kamis, 18 Juni 2026 | 23:30
  • | News
 JCM Soroti Pembubaran Diskusi di UGM, Tegaskan Kampus Bukan Tempat Intimidasi Forum Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) yang terdiri atas para sekretaris jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan nasional. ANTARA/HO-Jaringan Cendekiawan Muda

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menegaskan pentingnya menjaga kampus sebagai ruang aman bagi pertukaran gagasan, kebebasan berpikir, dan dialektika intelektual yang sehat. Menurut JCM, perbedaan pandangan merupakan bagian alami dari kehidupan akademik yang seharusnya diselesaikan melalui dialog dan argumentasi, bukan dengan tindakan intimidatif atau pembubaran paksa.

Pernyataan tersebut disampaikan Pendiri JCM yang juga Sekretaris Jenderal PB HMI, Muh. Jusrianto, menanggapi insiden pembubaran sebuah diskusi ilmiah di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, argumentasi, dan pertukaran gagasan, bukan dengan persekusi maupun pembubaran paksa," ujar Jusrianto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, tindakan intimidatif terhadap kegiatan akademik tidak hanya mencederai kebebasan akademik, tetapi juga menjadi ancaman bagi iklim demokrasi yang sehat. Kampus, kata dia, harus tetap menjadi tempat lahirnya pemikiran kritis dan ruang terbuka untuk menguji berbagai gagasan secara ilmiah.

JCM menilai bahwa setiap bentuk pembungkaman terhadap aktivitas akademik berpotensi menghambat perkembangan ilmu pengetahuan serta mengurangi kualitas ruang publik yang demokratis.

Selain menyoroti isu kebebasan akademik, JCM juga menegaskan penolakannya terhadap berbagai bentuk intervensi politik praktis yang berupaya memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk kepentingan kelompok tertentu.

Menurut Jusrianto, mahasiswa harus tetap menjaga independensinya sebagai kekuatan moral dan agen kontrol sosial yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan menjadi alat kepentingan elektoral maupun agenda politik jangka pendek.

"Mahasiswa harus tetap menjaga independensi sebagai kekuatan moral dan agen kontrol sosial yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Karena itu, setiap bentuk mobilisasi mahasiswa yang diarahkan untuk kepentingan elektoral maupun agenda politik kelompok tertentu harus ditolak secara terbuka," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, JCM juga menyampaikan pandangannya terhadap sejumlah program strategis nasional. Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), organisasi tersebut mendukung tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun demikian, JCM mengingatkan pentingnya pembenahan tata kelola, sistem pengawasan, serta distribusi program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

JCM juga mendorong pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya praktik-praktik yang hanya menguntungkan kelompok tertentu di tingkat lokal.

Di sektor energi, JCM meminta pemerintah memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang paling rentan terhadap gejolak harga energi.

Sementara itu, dalam aspek ekonomi makro, JCM menekankan perlunya langkah konkret untuk memperkuat kondisi fiskal nasional. Upaya tersebut antara lain melalui peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, pemberantasan kebocoran anggaran, serta penguatan sektor-sektor produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menurut JCM, kondisi fiskal yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional, perlindungan sosial, dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung dikutip Antara.

Menutup pernyataannya, JCM mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional, merawat demokrasi yang sehat, dan mengawal pembangunan dengan sikap yang kritis, objektif, serta konstruktif.

Forum Jaringan Cendekiawan Muda sendiri terdiri dari para sekretaris jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan nasional, di antaranya PB HMI, PP KAMMI, PP Himas Persis, DPP GMNI, PP Hikmahbudhi, EN LMND, PP KMHDI, PP PMKRI, dan DPP IMM.

Melalui kolaborasi lintas organisasi tersebut, JCM menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik, menjaga demokrasi, serta memastikan pembangunan nasional berjalan sesuai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru