Minggu, 20 September 2026

Pemko Medan Bantah Janji Biayai Hotel Peserta AFF U-19 2026, Sebut Tak Pernah Ada Kesepakatan


  • Selasa, 02 Juni 2026 | 19:00
  • | News
 Pemko Medan Bantah Janji Biayai Hotel Peserta AFF U-19 2026, Sebut Tak Pernah Ada Kesepakatan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman memberikan klarifikasi terkait komitmen Pemko Medan membiayai akomodasi peserta AFF di Kota Medan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, ARAHKITA.COM – Polemik soal akomodasi peserta ASEAN Boys Championship atau AFF U-19 2026 di Medan terus menjadi sorotan. Menanggapi tudingan yang beredar, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan tidak pernah memiliki komitmen untuk menanggung biaya hotel maupun penginapan para peserta turnamen sepak bola internasional tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan sejak awal pembahasan antara Pemko Medan dan pihak penyelenggara hanya berkaitan dengan penyediaan serta pembenahan fasilitas olahraga yang akan digunakan selama kejuaraan berlangsung.

Menurut Wiriya, tidak pernah ada kesepakatan ataupun pembicaraan terkait pembiayaan akomodasi tim peserta.

"Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk membiayai hotel atau penginapan peserta AFF. Yang diminta kepada kami hanya perbaikan lapangan dan stadion," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Fokus pada Pembenahan Stadion dan Lapangan

Wiriya menjelaskan, dalam sejumlah pertemuan yang berlangsung sejak Maret 2026, Pemko Medan diminta menyiapkan beberapa fasilitas olahraga milik pemerintah daerah, yakni Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika.

Namun setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, sejumlah fasilitas tersebut dinilai masih perlu perbaikan agar memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional.

Lapangan Kebun Bunga dan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan tim peserta. Sementara Stadion Teladan direncanakan menjadi venue utama pertandingan meskipun hingga kini masih menjalani proses renovasi.

Wiriya mengungkapkan kontrak pekerjaan Stadion Teladan baru akan berakhir pada September 2026. Karena itu, sejak awal PSSI sebenarnya telah mengetahui bahwa stadion tersebut masih dalam tahap pembangunan melalui pendanaan APBN dan APBD.

Meski demikian, Pemko Medan tetap berupaya memberikan dukungan maksimal dengan melakukan berbagai pembenahan fasilitas pendukung seperti kamar mandi, ruang ganti pemain, hingga ruang ofisial.

Bahkan, pemerintah kota juga menggelar kegiatan gotong royong di area stadion untuk mendukung kesiapan venue, meskipun secara teknis proyek masih berada dalam tanggung jawab kontraktor.

Surat Permintaan Dana Baru Diterima Pekan Lalu

Pemko Medan mengaku baru menerima surat permintaan dukungan pembiayaan dari PSSI pada 24 Mei 2026 atau sekitar satu minggu sebelum polemik ini mencuat ke publik.

Setelah mempelajari isi surat tersebut, pemerintah daerah menilai tidak terdapat dasar hukum yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk membiayai kebutuhan akomodasi peserta turnamen.

"Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada aturan yang bisa menjadi dasar penggunaan anggaran daerah untuk kebutuhan tersebut. Selain itu, anggarannya juga tidak tersedia," kata Wiriya.

Pemko Sebut Penyelenggaraan Menjadi Tanggung Jawab PSSI

Wiriya menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007, tanggung jawab penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional berada pada induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan.

Dalam konteks ASEAN Boys Championship 2026, kata dia, penyelenggara yang bertanggung jawab penuh adalah PSSI.

Ia juga menyebut adanya surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada PSSI tertanggal 29 April 2026 yang berkaitan dengan pelaksanaan turnamen tersebut.

Karena itu, Pemko Medan menilai tidak tepat apabila biaya akomodasi peserta dibebankan kepada pemerintah daerah melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

Menurutnya, aturan mengenai penggunaan dana BTT dalam pengelolaan keuangan daerah tidak mengakomodasi pembiayaan hotel atau penginapan peserta turnamen sepak bola internasional.

Untuk memperjelas persoalan tersebut, Pemko Medan bahkan telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 26 Mei 2026 guna meminta penjelasan resmi terkait permintaan dukungan pembiayaan yang diajukan.

"Kami memahami bahwa secara aturan pembiayaan itu tidak dapat dilakukan. Lagi pula, sejak awal memang tidak pernah ada pembahasan mengenai biaya akomodasi. Yang diminta hanya dukungan fasilitas stadion dan lapangan," tegasnya.

Panitia Sebut Sejumlah Tim Terkendala Hotel

Di sisi lain, polemik ini muncul setelah sejumlah peserta ASEAN Boys Championship 2026 dilaporkan mengalami kendala terkait pembayaran hotel.Salah seorang panitia pelaksana turnamen, Muhammad Fauzi, mengaku kecewa karena Pemko Medan dianggap tidak memenuhi komitmen yang sebelumnya disebut berkaitan dengan pembiayaan akomodasi peserta.

Menurut Fauzi, kondisi tersebut bahkan membuat Timor Leste meninggalkan hotel tempat mereka menginap di Medan. Sementara tim Filipina disebut menghadapi potensi persoalan serupa.

Ia menilai situasi ini berisiko mencoreng citra Indonesia sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional apabila tidak segera diselesaikan.

"Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera ditangani, tentu dapat berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen," ujarnya.

Kini, perbedaan pandangan antara pihak panitia dan Pemerintah Kota Medan mengenai tanggung jawab pembiayaan akomodasi menjadi sorotan. Publik pun menantikan solusi agar pelaksanaan AFF U-19 2026 tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan para pemain muda yang datang dari berbagai negara ASEAN.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru