Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, BMKG Ingatkan Dampak El Nino hingga Oktober 2026


  • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:30
  • | News
 Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, BMKG Ingatkan Dampak El Nino hingga Oktober 2026 Ilustrasi - Cuaca cerah di langit kawasan SCBD Jakarta Selatan. ANTARA/Ilham Kausar.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Warga Jakarta dapat menikmati cuaca yang relatif cerah pada Sabtu (20/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah ibu kota akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari.

Melalui informasi yang disampaikan BMKG, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diperkirakan mengalami cuaca cerah pada pagi hari. Memasuki siang hingga sore, langit akan berubah menjadi cerah berawan sebelum berawan pada malam hari.

Sementara itu, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu diprediksi menikmati cuaca cerah berawan sepanjang hari. Kondisi serupa juga terjadi di Jakarta Selatan yang diperkirakan cerah pada pagi hari dan berlanjut menjadi cerah berawan sejak siang hingga malam.

Adapun Jakarta Utara diprakirakan cerah pada pagi hari, kemudian cerah berawan saat siang, sebelum berubah menjadi berawan mulai sore hingga malam.

BMKG mencatat suhu udara rata-rata di wilayah Jakarta berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius, sehingga aktivitas luar ruangan masih cukup nyaman dilakukan. Meski demikian, masyarakat tetap disarankan menjaga hidrasi tubuh mengingat kondisi cuaca yang semakin kering.

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026. Kondisi ini berkaitan dengan fenomena El Nino yang diprediksi masih berlanjut hingga awal 2027.

Meski pengaruh El Nino diperkirakan berlangsung cukup panjang, dampak terbesarnya terhadap Indonesia diprediksi terjadi selama musim kemarau dan berlangsung hingga Oktober 2026. Karena itu, masyarakat serta pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan dikutip Antara.

Selain potensi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air, sektor kesehatan juga menjadi perhatian. BMKG mengingatkan kemungkinan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau yang dapat memicu kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di wilayah perkotaan.

Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan langkah respons cepat, termasuk pemantauan kualitas udara dan peningkatan layanan kesehatan, guna melindungi masyarakat dari dampak musim kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru