Senin, 14 September 2026

IKN Jadi Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant, BRIN: Infrastruktur Sudah Mendukung


  • Rabu, 29 Juli 2026 | 22:30
  • | News
 IKN Jadi Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant, BRIN: Infrastruktur Sudah Mendukung Salah satu gedung perkantoran di kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai sebagai wilayah yang paling siap di Indonesia untuk mengadopsi teknologi Virtual Power Plant (VPP). Penilaian tersebut disampaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melihat kesiapan infrastruktur IKN jauh lebih maju dibandingkan daerah lain.

Virtual Power Plant merupakan sistem pembangkit listrik berbasis digital yang menghubungkan berbagai sumber energi berskala kecil, seperti panel surya di rumah, turbin angin, hingga baterai penyimpan energi. Seluruh sumber energi tersebut dikelola secara terintegrasi sehingga berfungsi layaknya satu pembangkit listrik besar.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Abdul Wachid Syamroni, mengatakan tantangan terbesar penerapan VPP di Indonesia saat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada kesiapan infrastruktur jaringan listrik nasional.

Menurutnya, sebagian besar jaringan kelistrikan yang ada saat ini sejak awal dibangun belum dirancang untuk mengakomodasi energi terbarukan yang bersifat fluktuatif, sehingga memerlukan penyesuaian yang cukup besar.

"Jaringan kelistrikan kita pada dasarnya belum didesain untuk sistem pembangkit berbasis energi terbarukan yang produksinya berubah-ubah mengikuti kondisi alam," ujar Abdul dalam diskusi di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlaku bagi IKN. Abdul menjelaskan bahwa kawasan ibu kota baru sejak tahap perencanaan memang telah dipersiapkan untuk mendukung transformasi sistem ketenagalistrikan modern berbasis digital.

Salah satu keunggulan utama IKN adalah keberadaan Multi Utility Tunnel (MUT), yakni jaringan utilitas bawah tanah yang mengintegrasikan berbagai infrastruktur penting dalam satu terowongan. Dengan sistem ini, seluruh kabel dan jaringan utilitas ditempatkan di bawah tanah sehingga lebih aman, rapi, dan mudah dikelola.

Di dalam MUT, terdapat tiga infrastruktur utama yang terintegrasi, yaitu jaringan listrik, kabel serat optik untuk komunikasi data, serta jaringan gas. Integrasi tersebut menjadi fondasi penting bagi penerapan Virtual Power Plant yang membutuhkan pertukaran data secara cepat dan real-time.

"Di dalam tunnel itu terdapat jaringan listrik, fiber optik untuk komunikasi data, dan jaringan gas. Infrastruktur seperti ini sudah banyak diterapkan di negara-negara maju, dan kini sudah tersedia di IKN," jelasnya dikutip Antara.

Abdul menambahkan, daerah lain di Indonesia juga berpeluang mengembangkan Virtual Power Plant. Namun, penerapannya harus diawali dengan peningkatan kualitas infrastruktur kelistrikan.

Selain modernisasi jaringan listrik, implementasi VPP juga membutuhkan sistem digital yang mampu memantau data secara real-time, didukung konektivitas komunikasi yang andal serta sistem keamanan siber yang kuat untuk melindungi operasional jaringan listrik dari berbagai potensi ancaman.

Dengan kesiapan infrastruktur tersebut, IKN diproyeksikan menjadi kawasan percontohan transformasi energi nasional menuju sistem kelistrikan yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru