Loading
BMKG: Waspadai Potensi Tsunami Dan Gempa di Danau Maninjau . (Wikipedia)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi tsunami di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang berkaitan dengan aktivitas patahan atau Segmen Kajai–Talamau.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengatakan jika terjadi gempa bumi dengan magnitudo maksimum 6,1 pada segmen tersebut, maka terdapat potensi tsunami danau meskipun dampaknya diperkirakan tidak signifikan.
Menurut Suaidi, gempa akibat pergeseran patahan dapat memicu longsoran di sekitar kawah atau tebing Danau Maninjau. Longsoran inilah yang berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami danau.
Ia mencontohkan peristiwa serupa yang pernah terjadi di Danau Singkarak pada 2007. Saat itu, aktivitas Patahan Sumani memicu gempa Padang Panjang berkekuatan magnitudo 6,1 sebanyak dua kali dan menyebabkan tsunami danau.
BMKG bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah perguruan tinggi telah melakukan kajian terhadap Segmen Kajai–Talamau dengan potensi ancaman gempa maksimum magnitudo 6,1.
Ke depan, BMKG bersama instansi terkait akan menyusun pemodelan khusus untuk memetakan potensi ancaman tsunami Danau Maninjau, termasuk estimasi waktu evakuasi atau golden time, mengingat hingga saat ini belum tersedia pemodelan tersebut.