Loading
Penyerang sayap Leeds United Brenden Aaronson (11) mencetak gol ke gawang West Ham pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Leeds, Jumat (24/10/2025) waktu setempat. (premierleague.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Leeds United akhirnya merasakan manisnya kemenangan kandang setelah menumbangkan West Ham United dengan skor 2-1 di Stadion Elland Road, Sabtu (25/10/2025) dini hari WIB. Hasil ini bukan hanya mengantarkan Leeds naik ke papan tengah klasemen, tetapi juga memperpanjang tren buruk West Ham yang kini menelan tiga kekalahan beruntun di Liga Inggris.
Kemenangan Cepat di Elland Road
Pertandingan baru berjalan tiga menit, Leeds sudah memimpin lewat aksi Brenden Aaronson. Gelandang asal Amerika Serikat itu menuntaskan peluang dengan tenang setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang West Ham.
Belum sempat bangkit, gawang tim tamu kembali bergetar. Kali ini giliran Joe Rodon yang menambah keunggulan lewat sundulan akurat memanfaatkan umpan matang Sean Longstaff pada menit ke-15.
West Ham sempat merayakan gol melalui tendangan Lucas Paqueta, tapi kegembiraan itu tak bertahan lama. Wasit menganulir gol setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside.
Dominasi West Ham Tak Berbuah Gol
Secara statistik, West Ham memang unggul dalam penguasaan bola hingga 59 persen. Namun, Leeds tampil lebih efektif dengan 10 kali percobaan dan empat di antaranya mengarah ke gawang.
Di babak kedua, Aaronson nyaris menambah pundi golnya, tetapi tendangannya hanya menghasilkan sepak pojok.
West Ham akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-90 lewat Mateus Fernandes yang memanfaatkan umpan Jarrod Bowen. Sayangnya, upaya mereka untuk menyamakan kedudukan tak berhasil hingga peluit panjang dibunyikan dikutip Antara.
Naik ke Peringkat 13
Tambahan tiga poin membuat Leeds United kini menempati peringkat ke-13 dengan raihan 11 poin dari sembilan pertandingan. Sementara itu, West Ham masih tertahan di zona degradasi dengan empat poin di posisi ke-19.
Kemenangan ini juga mempertegas kebangkitan Leeds di bawah asuhan Daniel Farke, yang mulai menemukan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.