Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique. (Paris Saint-Germain)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Langkah Paris Saint-Germain ke babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 ternyata jauh dari kata mudah. Meski akhirnya menyingkirkan AS Monaco, PSG harus melewati duel penuh tekanan yang menguras emosi hingga menit akhir.
Bermain imbang 2-2 pada leg kedua playoff di Paris, Kamis dini hari WIB, PSG lolos dengan agregat tipis 5-4. Hasil ini diperoleh setelah kemenangan 3-2 pada leg pertama di Monaco, yang menjadi penentu langkah mereka ke fase gugur.
Pelatih PSG, Luis Enrique, tak menutup-nutupi rasa lega sekaligus keprihatinannya terhadap performa tim. Ia mengakui anak asuhnya tampil di bawah tekanan hampir sepanjang laga, terutama pada babak pertama.
“Kami pantas lolos, tetapi kami benar-benar dibuat menderita sepanjang pertandingan,” ujar Enrique, dikutip dari laman resmi klub.
Menurut juru taktik asal Spanyol itu, PSG kesulitan keluar dari tekanan Monaco pada 45 menit pertama. Kesalahan-kesalahan elementer kerap muncul, sementara tim tamu tampil lebih rapi dan agresif dalam membangun serangan.
Situasi mulai berubah setelah jeda. Enrique menyebut diskusi singkat di ruang ganti menjadi kunci kebangkitan timnya. PSG memilih bermain lebih sederhana, mengurangi risiko, dan fokus mengontrol tempo permainan.
Perubahan itu langsung terasa. Meski sempat tertinggal lewat gol Maghnes Akliouche tepat sebelum turun minum, PSG membalikkan keadaan melalui sundulan Marquinhos (60’) dan penyelesaian dingin Khvicha Kvaratskhelia enam menit berselang.
Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Monaco mencetak gol penyeimbang lewat Jordan Teze pada masa injury time.
Gelandang PSG, João Neves, menegaskan laga ini menjadi alarm penting bagi timnya. Ia menilai PSG belum menampilkan performa terbaik dan wajib segera berbenah.
“Saya tahu level tim ini dan apa yang sebenarnya bisa kami tunjukkan. Kami tidak bermain seperti biasanya, dan sekarang saatnya belajar dari kesalahan,” tegas Neves dikutip Antara.
Di babak 16 besar nanti, PSG sudah ditunggu tantangan yang jauh lebih berat. Mereka berpotensi berhadapan dengan Chelsea atau Barcelona, dua tim yang lebih dulu mengamankan tiket 16 besar lewat posisi delapan besar klasemen fase liga.
Nasib lawan PSG akan ditentukan dalam undian resmi yang digelar Jumat (27/2). Yang jelas, jika ingin melangkah lebih jauh, PSG tak punya banyak waktu untuk mengulang kesalahan yang hampir membuat mereka tersingkir lebih cepat.