Persijap Jepara Taklukkan Semen Padang 2-0, Mario Lemos: Laga Sulit Tapi Berbuah Tiga Poin


 Persijap Jepara Taklukkan Semen Padang 2-0, Mario Lemos: Laga Sulit Tapi Berbuah Tiga Poin Pesepak bola Semen Padang FC Guillermo Fernandez (kiri) menendang bola dibayangi pesepak bola Persijap Jepara Wahyudi Hamisi (kanan) pada pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Senin (20/4/2026). Semen Padang FC dikalahkan Persijap Jepara dengan skor 0-2. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom.

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kemenangan penting diraih Persijap Jepara saat bertandang ke markas Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Senin (20/4/2026), tim tamu menang meyakinkan dengan skor 2-0.

Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan bahwa hasil tersebut tidak diraih dengan mudah. Ia menyebut timnya harus bekerja keras menghadapi tekanan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Dua gol kemenangan Persijap tercipta di babak pertama melalui Rendi Saepul pada menit ke-38 dan Carlos Franca menjelang turun minum di menit ke-45. Keunggulan ini menjadi fondasi kuat bagi Laskar Kalinyamat untuk mengontrol jalannya laga.

Namun situasi berubah selepas jeda. Persijap sempat kehilangan ritme permainan dan berada di bawah tekanan Semen Padang. Beruntung, sejumlah penyesuaian taktik mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir.

“Laga ini sangat sulit, apalagi dimainkan di kandang lawan. Semen Padang punya kualitas yang bagus. Di babak pertama kami bisa mengendalikan permainan dan mencetak gol, tapi di babak kedua sempat kehilangan ritme. Yang terpenting, kami meraih tiga poin,” ujar Lemos.

Hasil ini menjadi kemenangan kedua beruntun bagi Persijap setelah sebelumnya menundukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Tak hanya itu, mereka kini mencatat tujuh pertandingan tanpa kekalahan di kompetisi.

Tambahan tiga poin membuat posisi Persijap semakin aman dari ancaman degradasi. Mereka kini mengoleksi 28 poin dan berada di peringkat ke-13, unggul empat angka dari zona merah.

Lemos juga menyoroti ketatnya persaingan di papan bawah klasemen. Menurutnya, selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan menjadi krusial.

“Perbedaan poin sebelum laga sangat dekat. Kami tahu Semen Padang berbahaya, terutama dalam situasi bola mati. Karena itu, kami berusaha tidak memberi ruang agar bisa mengontrol pertandingan,” jelasnya.

Empat pergantian pemain di babak kedua menjadi kunci stabilitas tim. Lemos mengakui langkah tersebut diambil untuk mengembalikan keseimbangan lini tengah.

“Kami mulai kehilangan kendali di lini tengah, jadi kami butuh tenaga baru untuk mengatur permainan kembali,” tambahnya.

Menjelang akhir musim, Persijap masih harus menghadapi laga berat. Mereka dijadwalkan bertemu tim-tim papan atas seperti Persija Jakarta, Borneo FC, dan Persib Bandung. Rangkaian laga ini diprediksi akan menjadi penentu posisi akhir mereka di klasemen.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru