Cedera Belum Pulih Total, Djokovic Tetap Optimistis di ATP Roma


 Cedera Belum Pulih Total, Djokovic Tetap Optimistis di ATP Roma Petenis Serbia Novak Djokovic memberikan tanda tangan kepada penggemar dalam sesi latihan menjelang laga pembukanya pada ATP Masters 1000 BNP Paribas Open di Indian Wells, California, AS, Rabu (4/3/2026). (ATP Tour)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Novak Djokovic akhirnya kembali ke lapangan setelah cukup lama absen akibat cedera. Meski mengaku belum berada dalam kondisi terbaik, petenis asal Serbia itu memastikan dirinya siap tampil di ATP Masters 1000 Internazionali BNL d’Italia di Roma pekan ini.

Turnamen di Roma menjadi ajang pertama Djokovic sejak terakhir tampil di Indian Wells, Amerika Serikat, pada Maret lalu. Cedera yang dialaminya membuat proses pemulihan berjalan lebih lama dari yang diperkirakan.

“Saya cukup siap untuk berkompetisi,” ujar Djokovic dalam konferensi pers pra-turnamen.

Namun, petenis berusia 38 tahun tersebut tidak menutupi bahwa performanya belum sepenuhnya kembali seperti sebelumnya. Ia masih berusaha menemukan ritme permainan sekaligus memulihkan kondisi fisik secara bertahap.

“Saya belum sepenuhnya puas dengan level permainan, gerakan, maupun kondisi fisik saya. Tetapi saya terus berusaha untuk kembali,” katanya.

Bagi Djokovic, Roma bukan sekadar turnamen biasa. Kota tersebut menjadi salah satu tempat paling berkesan dalam perjalanan kariernya. Ia telah enam kali menjuarai ATP Masters 1000 Roma dan mencatat rekor impresif 68 kemenangan dan 12 kekalahan di turnamen tersebut.

Djokovic bahkan pernah beberapa kali mengalahkan rival lamanya, Rafael Nadal, yang dikenal sebagai penguasa lapangan tanah liat di Roma dengan koleksi 10 gelar.

Atmosfer turnamen di Roma juga menjadi alasan lain mengapa Djokovic selalu antusias kembali bermain di sana. Ia menyebut venue tersebut sebagai “koloseum tenis” karena suasananya yang begitu hidup dan penuh energi.

“Penontonnya luar biasa. Tempat ini sangat bersejarah dan indah. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas tenis di Italia meningkat pesat dan energinya benar-benar terasa,” ujar Djokovic.

Pada musim 2026, Djokovic sebenarnya sempat menunjukkan performa menjanjikan. Ia berhasil mencapai final Australian Open, yang menjadi final Grand Slam pertamanya sejak 2024.

Namun langkahnya kemudian terhenti di Indian Wells setelah kalah dramatis dari Jack Draper melalui tie-break set ketiga.Di Roma, Djokovic yang kini memegang rekor 40 gelar ATP Masters 1000 akan memulai perjuangannya menghadapi petenis muda Kroasia, Dino Prizmic dikutip Antara.

Jika mampu melaju jauh, Djokovic berpotensi bertemu petenis Italia Lorenzo Musetti di babak perempat final. Sementara itu, ia berada di bagan undian berbeda dengan unggulan tuan rumah, Jannik Sinner.

Nama Sinner sendiri kini menjadi salah satu sorotan utama di tenis dunia. Petenis muda Italia itu berpeluang menyamai pencapaian Djokovic sebagai petenis kedua yang mampu menuntaskan Career Golden Masters di Roma tahun ini.

Meski Djokovic sempat mengalahkan Sinner di Australian Open Januari lalu, secara head-to-head ia masih tertinggal 5-6 dari petenis Italia tersebut.

Kembalinya Djokovic di Roma pun menjadi momen yang dinantikan banyak penggemar tenis dunia. Meski belum sepenuhnya pulih, pengalaman dan mental juara yang dimilikinya tetap membuatnya menjadi salah satu ancaman terbesar di turnamen tanah liat musim ini.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru