Pelatih Bali United, Johnny Jansen. (Foto: Dok. Bali United)
GIANYAR, BALI, ARAHKITA.COM – Bali United memasang target tinggi untuk kompetisi Super League 2026/2027. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu ingin menjadikan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, sebagai markas yang sulit ditaklukkan lawan.
Target utama Bali United adalah memaksimalkan seluruh laga kandang dengan memburu tiga poin. Ambisi tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk tampil lebih konsisten dibandingkan musim sebelumnya.
“Kami ingin meraih kemenangan yang lebih banyak di partai kandang mengingat musim lalu belum terlalu konsisten ketika bermain di rumah,” kata Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, di Gianyar, Bali, Rabu (12/8/2026).
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, bermain di kandang memberikan keuntungan tersendiri bagi Bali United. Selain mengenal karakter lapangan, kehadiran suporter juga dinilai mampu memberikan tambahan energi bagi para pemain.
Dukungan dari tribun, kata Johnny, bukan hanya soal jumlah penonton. Atmosfer pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta diharapkan dapat memberikan dorongan emosional sehingga pemain lebih percaya diri ketika menghadapi lawan.
Belajar dari Inkonsistensi Musim Lalu
Johnny Jansen tentu memiliki catatan tersendiri dari musim 2025/2026. Itu merupakan musim perdananya menangani Bali United.
Namun, hasil yang diraih Serdadu Tridatu belum sepenuhnya sesuai harapan. Bali United harus mengakhiri kompetisi di posisi kedelapan klasemen dengan catatan 14 kemenangan, 11 kekalahan, dan sembilan hasil imbang.
Catatan di kandang juga menjadi pekerjaan rumah. Dari 17 pertandingan kandang, Bali United hanya mampu mengamankan enam kemenangan. Enam pertandingan lainnya berakhir imbang, sementara lima laga harus ditutup dengan kekalahan.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa keunggulan bermain di hadapan pendukung sendiri belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi poin maksimal.
Karena itu, musim 2026/2027 menjadi kesempatan bagi Bali United untuk memperbaiki catatan tersebut. Konsistensi di kandang diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.
PSS Sleman Jadi Ujian Pertama
Kompetisi kasta teratas sepak bola Indonesia musim 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026.
Bali United langsung mendapatkan kesempatan bermain di hadapan pendukung sendiri pada laga pembuka. Serdadu Tridatu dijadwalkan menghadapi PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9/2026).
Pertandingan tersebut bukan sekadar laga pembuka. Bali United juga memiliki catatan kurang menyenangkan saat bertemu PSS Sleman dalam laga pembuka pada musim 2023/2024.
Ketika itu, Bali United harus mengakui keunggulan PSS Sleman setelah Ricky Cawor mencetak gol tunggal yang merobek gawang Serdadu Tridatu.
Kini, situasinya berbeda. Bali United kembali membuka musim di kandang dan memiliki kesempatan untuk memulai kompetisi dengan hasil positif.
Tiga Poin Kandang Jadi Modal Penting
Target meraih tiga poin di setiap laga kandang tentu bukan pekerjaan mudah. Persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin ketat, sehingga setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Namun, Bali United memiliki alasan kuat untuk menjadikan laga kandang sebagai sumber poin utama. Jika mampu menjaga konsistensi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, peluang Serdadu Tridatu memperbaiki posisi di klasemen akan semakin terbuka dikutip Antara.
Dukungan suporter, persiapan tim, serta kemampuan mempertahankan performa selama 90 menit akan menjadi faktor penting.
Laga menghadapi PSS Sleman pada 4 September mendatang pun menjadi ujian awal bagi ambisi tersebut. Bali United kini dituntut membuktikan bahwa Stadion Kapten I Wayan Dipta benar-benar bisa menjadi benteng sekaligus sumber poin penting sepanjang Super League 2026/2027.