Pelatih Timnas Singapura Gavin Lee. (aseanutdfc.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Timnas Singapura harus mengubur ambisi melaju ke final Piala AFF 2026. Meski berhasil mengalahkan Thailand 2-1 pada leg kedua semifinal, kemenangan tersebut belum cukup untuk membawa Singapura lolos ke partai puncak.
Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengakui sepak bola terkadang menghadirkan hasil yang sulit diterima. Ia menilai timnya sudah memberikan perlawanan terbaik, tetapi perjalanan mereka harus terhenti di babak semifinal.
“Sepak bola itu kejam,” ujar Gavin Lee, dikutip dari laman resmi ASEAN United FC, Rabu (19/8/2026).
Singapura Menang, tetapi Gagal Lolos
Singapura sebenarnya tampil mengejutkan pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa malam waktu setempat.
Bermain di hadapan ribuan pendukung Thailand, Singapura mampu mengamankan kemenangan 2-1. Hasil tersebut menunjukkan mentalitas dan daya juang para pemain Singapura yang tidak menyerah meski berada dalam posisi sulit.
Namun, kemenangan itu belum cukup.
Baca juga:
Tundukkan Thailand 67-53, Timnas Basket Putri U18 Indonesia Amankan Tiket FIBA Asia Cup 2026Pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Sabtu lalu, Thailand berhasil menang 3-1. Dengan demikian, Thailand tetap unggul agregat 4-3 dan berhak melangkah ke final Piala AFF 2026.
Gavin Lee Sempat Yakin Bisa ke Perpanjangan Waktu
Gavin Lee mengaku sempat percaya Singapura mampu memaksakan pertandingan hingga babak perpanjangan waktu.
Keyakinan tersebut muncul setelah anak asuhnya mampu memberikan tekanan dan tampil lebih dominan dalam pertandingan leg kedua. Namun, harapan itu akhirnya tidak terwujud.
Menurut Gavin, penampilan Singapura sebenarnya sudah sangat baik. Hanya saja, performa tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan pada leg pertama.
“Saya pikir kami tampil sangat baik, namun itu belum cukup. Harus diakui, Thailand bermain sangat bagus sepanjang dua pertandingan tersebut,” kata Gavin.
Ia juga optimistis pengalaman dari dua pertandingan semifinal tersebut dapat menjadi modal penting bagi Singapura untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Bangga dengan Perjuangan Tim
Terlepas dari kegagalan lolos ke final, Gavin Lee memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya.
Ia menilai Singapura menunjukkan mental bertanding yang kuat, terutama karena mampu tampil agresif dan memberikan tekanan kepada Thailand di kandangnya sendiri.
Bahkan, Singapura mampu dua kali menunjukkan permainan yang membuat Thailand berada dalam tekanan.
“Saya sangat bangga dengan seluruh anggota tim. Kami telah mengerahkan kemampuan 100 persen, namun hasil akhirnya belum memihak kami,” ujar Gavin dikutip Antara.
Kegagalan tersebut menjadi akhir perjalanan Singapura di Piala AFF 2026. Meski demikian, kemenangan 2-1 atas Thailand di Bangkok menjadi bukti bahwa Singapura memiliki daya juang dan kemampuan untuk bersaing di level regional.
Bagi Gavin Lee, hasil semifinal ini bukan sekadar tentang kegagalan, tetapi juga tentang pelajaran yang dapat dibawa untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Karena pada akhirnya, seperti yang dikatakannya, sepak bola memang terkadang kejam.