Loading
Ilustrasi Xiaomi YU7 GT. (ANTARA/Xiaomi)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Xiaomi Auto kembali mencuri perhatian industri otomotif global setelah SUV listrik Xiaomi YU7 GT mencatatkan rekor putaran baru di sirkuit Nürburgring Nordschleife dengan waktu 7 menit 34,931 detik untuk kategori SUV produksi.
Rekor tersebut sekaligus mengalahkan pencapaian sebelumnya yang dipegang Audi RS Q8 Performance dengan catatan 7:36,698 pada 2024. Sebelumnya, Porsche Cayenne Turbo GT juga mencatat waktu 7:38,925 pada 2021.
Laporan CarNewsChina Rabu (20/5/2026) menyebutkan, pembalap uji Xiaomi, Ren Zhoucan, juga menjadi pembalap asal Tiongkok pertama yang mendapatkan sertifikasi resmi catatan waktu di Nürburgring.
“YU7 GT dikembangkan sebagai SUV performa GT murni,” ujar pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, menjelang peluncuran resmi kendaraan tersebut.
Peluncuran Xiaomi YU7 GT dijadwalkan pada 21 Mei pukul 19.00 waktu China, dan unitnya telah mulai dikirim ke diler di berbagai wilayah.
SUV listrik ini menjadi bagian dari strategi performa tinggi Xiaomi setelah sebelumnya sedan Xiaomi SU7 Ultra juga mencetak rekor di Nürburgring.
Pada 2025, SU7 Ultra bahkan mencatat waktu 6:22,091 dan masuk jajaran mobil tercepat berbasis produksi di lintasan tersebut.
YU7 GT sendiri dibekali tenaga besar hingga 990 hp dengan kecepatan maksimum 300 km/jam dan jarak tempuh hingga 705 km berdasarkan standar CLTC, berkat baterai 101,7 kWh.
Mobil ini menggunakan sistem HyperEngine V8S EVO dengan putaran maksimum 28.000 rpm serta material silikon karbida (SiC) untuk meningkatkan efisiensi daya.
Selain itu, SUV ini juga dilengkapi sistem sasis Jialong Chassis Master Edition yang disetel langsung di Nürburgring, termasuk suspensi udara, peredam CDC dual-valve, dan electronic limited-slip differential (eLSD).
Dari sisi dimensi, YU7 GT memiliki konfigurasi crossover lima penumpang dengan ukuran 5015/2007/1597 mm dan jarak sumbu roda 3.000 mm, membuatnya lebih panjang dibanding Ferrari Purosangue.
Dengan pencapaian ini, Xiaomi semakin menegaskan ambisinya untuk bersaing di segmen kendaraan listrik performa tinggi global.