Rabu, 23 September 2026

Denza N9 Setir Kanan Tertangkap Uji Jalan di Australia, Siap Tantang Mercedes GLS dan BMW X7


 Denza N9 Setir Kanan Tertangkap Uji Jalan di Australia, Siap Tantang Mercedes GLS dan BMW X7 Denza N9. (tengshiauto)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Denza N9 semakin menunjukkan sinyal kuat menuju pasar global. SUV premium berukuran besar besutan Denza itu baru-baru ini tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di Australia dalam konfigurasi setir kanan (right-hand drive/RHD), sebuah langkah yang mengindikasikan persiapan ekspansi ke negara-negara dengan sistem kemudi serupa.

Menurut laporan Drive, Kamis (18/6/2026) Denza N9 terlihat diuji di sekitar kantor pusat Denza di Sydney. Unit prototipe yang digunakan bahkan memakai pelat registrasi negara bagian Victoria, memperkuat dugaan bahwa model tersebut tengah menjalani rangkaian pengujian lokal sebelum dipasarkan lebih luas.

Denza N9 merupakan SUV tiga baris dengan konfigurasi enam kursi yang menyasar segmen premium. Model ini diposisikan sebagai pesaing langsung Mercedes-Benz GLS dan BMW X7. Berbeda dengan beberapa SUV ladder frame, N9 menggunakan konstruksi monokok yang lebih berfokus pada kenyamanan berkendara sekaligus performa di jalan raya.

Kehadiran versi setir kanan menjadi petunjuk penting bahwa Denza tengah mempersiapkan kendaraan ini untuk pasar seperti Australia. Negara tersebut disebut sebagai salah satu tujuan ekspor utama Denza sekaligus basis pengujian untuk mendukung ekspansi ke berbagai wilayah, termasuk Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.

Meski berbagai indikasi semakin kuat, hingga saat ini Denza masih belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana peluncuran N9 di Australia.

Di pasar China, Denza N9 dijual dengan harga mulai 409.800 yuan hingga 469.800 yuan, atau sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar. Jika nantinya masuk Australia, SUV ini diperkirakan dibanderol di atas 100.000 dolar Australia atau sekitar Rp1,2 miliar sebelum biaya jalan raya. Meski demikian, harga tersebut masih jauh lebih rendah dibanding Mercedes-Benz GLS450d yang dijual mulai 189.990 dolar Australia atau sekitar Rp2,3 miliar.

Soal performa, Denza N9 mengusung mesin bensin 2.0 liter turbo empat silinder yang menghasilkan tenaga 152 kW dan torsi 325 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan tiga motor listrik, terdiri dari satu motor di depan bertenaga 200 kW dengan torsi 315 Nm, serta dua motor belakang yang masing-masing menghasilkan 240 kW dan torsi 360 Nm.

Kombinasi sistem plug-in hybrid (PHEV) itu menghasilkan tenaga gabungan sekitar 680 kW dan torsi mencapai 1.035 Nm. Dengan tenaga sebesar itu, Denza mengklaim N9 mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 3,7 detik.

Catatan akselerasi tersebut bahkan lebih cepat dibanding Mercedes-AMG GLS, yang mencatatkan waktu 4,2 detik untuk sprint yang sama. Angka ini menunjukkan bahwa Denza N9 tidak hanya mengandalkan kemewahan dan kenyamanan, tetapi juga performa yang sangat kompetitif di kelasnya.

Keunggulan lain datang dari sektor elektrifikasi. Sebagai SUV plug-in hybrid, Denza N9 dibekali baterai berkapasitas besar yang bahkan melampaui baterai Tesla Model Y penggerak roda belakang dengan kapasitas 62,5 kWh.

Berdasarkan pengujian standar CLTC di China, N9 mampu menempuh jarak hingga 420 kilometer hanya menggunakan tenaga listrik. Jika dikonversi ke standar WLTP yang lebih ketat, jarak tempuh listriknya diperkirakan masih berada di kisaran 300 kilometer.

Angka tersebut berpotensi menjadi yang terpanjang di segmen kendaraan plug-in hybrid yang dipasarkan di Australia. Sementara dalam mode hybrid, Denza mengklaim SUV ini mampu menjelajah hingga 1.520 kilometer dalam sekali pengisian penuh dan tangki bahan bakar terisi penuh berdasarkan standar CLTC.

Tak hanya efisien, konsumsi bahan bakarnya juga tergolong rendah. Saat daya baterai habis, Denza N9 diklaim hanya mengonsumsi 5,9 liter bahan bakar untuk setiap 100 kilometer perjalanan.

Dengan kombinasi desain premium, teknologi elektrifikasi canggih, performa tinggi, serta jarak tempuh yang impresif, Denza N9 berpotensi menjadi salah satu penantang serius bagi dominasi SUV mewah Eropa di pasar global.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru