Meta Pangkas Ratusan Karyawan, Fokus Besar-Besaran ke AI


  • Rabu, 25 Maret 2026 | 19:30
  • | Tekno
 Meta Pangkas Ratusan Karyawan, Fokus Besar-Besaran ke AI CEO Meta, Mark Zuckerberg. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Meta kembali melakukan langkah besar yang mengejutkan industri teknologi global. Perusahaan induk Facebook ini dikabarkan memangkas ratusan karyawan dari berbagai divisi sebagai bagian dari strategi baru yang lebih fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini tidak hanya terjadi di satu lini saja. Beberapa tim yang terdampak antara lain Facebook, operasi global, perekrutan, penjualan, hingga divisi teknologi masa depan mereka, Reality Labs.

Kabar ini menjadi sinyal kuat bahwa Meta sedang melakukan penyesuaian besar-besaran dalam arah bisnisnya.

Dalam salah satu laporannya, dilaporkan dan dikutip dari CNBC, PHK tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pihak perusahaan dan dilakukan secara serentak pada hari Rabu (25/3/2026).

Restrukturisasi Demi Efisiensi dan Fokus Baru

Seorang juru bicara Meta menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari restrukturisasi rutin yang dilakukan perusahaan untuk tetap kompetitif.

“Tim-tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi agar berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan mereka. Jika memungkinkan, kami berupaya memberikan peluang lain bagi karyawan yang terdampak,” ujar perwakilan perusahaan.

Dalam beberapa kasus, karyawan yang terdampak bahkan ditawari posisi baru di dalam perusahaan. Namun, sebagian dari posisi tersebut mengharuskan relokasi, yang tentu tidak semua orang bisa terima.

Taruhan Besar Meta pada AI

Langkah ini tak bisa dilepaskan dari ambisi besar Meta dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan ini diketahui telah menggelontorkan miliaran dolar untuk bersaing dengan pemain besar seperti OpenAI, Google, hingga Anthropic.

Meta kini berlomba untuk mengejar ketertinggalan di sektor AI generatif, termasuk pengembangan agen AI dan sistem cerdas lainnya.

Bahkan, perusahaan juga aktif merekrut talenta-talenta baru yang memiliki spesialisasi di bidang AI, menunjukkan bahwa pergeseran ini bukan sekadar sementara, melainkan strategi jangka panjang.

Reality Labs Kembali Terdampak

Divisi Reality Labs—yang sebelumnya menjadi andalan Meta dalam pengembangan metaverse—kembali menjadi salah satu unit yang terdampak.

Sebelumnya, pada awal tahun 2026, Meta juga telah melakukan PHK besar-besaran di divisi ini, bahkan menutup beberapa studio pengembangan virtual reality (VR).

Langkah tersebut memengaruhi lebih dari 1.000 karyawan dan sekitar 10% tenaga kerja di lini perangkat keras, termasuk produk headset VR Quest dan platform Horizon Worlds.

Di Balik PHK, Meta Tetap Rekrut Talenta Baru

Menariknya, di tengah gelombang PHK, Meta justru tetap agresif merekrut tenaga ahli baru di bidang AI.

Salah satu langkah strategis terbaru adalah kerja sama dengan startup Dreamer. Dalam kesepakatan tersebut, sejumlah tim dari Dreamer akan bergabung dengan Meta untuk memperkuat unit AI mereka, termasuk Meta Superintelligence Labs.

Nama besar seperti Hugo Barra bahkan dikabarkan kembali ke Meta untuk mendukung pengembangan teknologi ini.

Insentif Besar untuk Eksekutif

Di sisi lain, Meta juga menyiapkan strategi untuk mempertahankan para petinggi perusahaan. Sejumlah eksekutif kunci, termasuk CFO Susan Li dan CTO Andrew Bosworth, mendapatkan program insentif berbasis saham.

Program ini dirancang sebagai “taruhan besar” perusahaan. Nilainya hanya akan terealisasi jika Meta berhasil mencapai target pertumbuhan yang signifikan dalam lima tahun ke depan dikutip Antara.

Langkah Meta memangkas ratusan karyawan sekaligus meningkatkan investasi di AI menunjukkan satu hal: arah masa depan perusahaan kini semakin jelas.

Dari metaverse ke kecerdasan buatan, Meta sedang bertaruh besar pada teknologi yang diyakini akan menjadi penentu era digital berikutnya.

Namun, di balik inovasi dan ambisi tersebut, ada konsekuensi nyata yang harus dihadapi—terutama bagi para karyawan yang terdampak perubahan ini.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru