Nvidia Masuk Pasar Prosesor PC, Luncurkan RTX Spark Berbasis AI dan Arm


  • Senin, 01 Juni 2026 | 19:45
  • | Tekno
 Nvidia Masuk Pasar Prosesor PC, Luncurkan RTX Spark Berbasis AI dan Arm Tangkapan layar Nvidia RTX Spark. (RTX Spark)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nvidia resmi memperluas bisnisnya ke pasar prosesor komputer pribadi (PC) dengan memperkenalkan RTX Spark, keluarga chip terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa tinggi sekaligus mendukung kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dilaporkan The Verge pada Senin (1/6/2026) waktu setempat Langkah ini menempatkan Nvidia sebagai pesaing baru bagi sejumlah pemain besar industri semikonduktor seperti Intel, AMD, Apple, hingga Qualcomm yang lebih dulu mengembangkan prosesor untuk perangkat PC.

RTX Spark mengusung desain terintegrasi yang memadukan CPU berbasis arsitektur Arm, GPU generasi Blackwell, serta kemampuan pemrosesan AI dalam satu chip. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan efisiensi daya yang lebih baik sekaligus meningkatkan performa pada berbagai kebutuhan komputasi modern.

Pada varian tertingginya, RTX Spark dibekali 20 inti CPU, 6.144 core GPU, serta dukungan memori LPDDR5X hingga 128 GB. Spesifikasi ini membuat chip tersebut mampu menangani berbagai tugas berat, mulai dari pembuatan konten profesional hingga pemrosesan AI secara lokal.

Karena menggunakan arsitektur Arm, RTX Spark memiliki pendekatan serupa dengan chip Apple Silicon maupun Qualcomm Snapdragon X. Konsekuensinya, sejumlah aplikasi Windows lama yang masih berbasis x86 harus dijalankan melalui teknologi emulasi.

Meski demikian, Nvidia optimistis optimalisasi sistem operasi Windows serta dukungan emulator Prism milik Microsoft dapat memberikan pengalaman penggunaan yang lebih mulus bagi pengguna.

Nvidia mengklaim RTX Spark mampu menangani berbagai pekerjaan komputasi berat, termasuk merender adegan 3D berukuran hingga 90 GB, mengedit video resolusi 12K, hingga memainkan gim Indiana Jones and the Great Circle pada kecepatan 100 frame per detik (fps) di resolusi 1440p.

Keunggulan lainnya terletak pada kapasitas memori terpadu yang mencapai 128 GB. Dengan dukungan tersebut, perangkat berbasis RTX Spark disebut mampu menjalankan model dan agen AI hingga 120 miliar parameter secara lokal tanpa harus bergantung pada layanan cloud.

Menurut Nvidia, kemampuan ini menjadi bagian dari visi baru komputasi personal yang menempatkan AI sebagai antarmuka utama antara pengguna dan perangkat.

Nvidia mengonfirmasi bahwa delapan laptop pertama berbasis RTX Spark akan mulai hadir pada musim gugur tahun ini. Sejumlah produsen besar yang telah bergabung dalam ekosistem tersebut antara lain Asus, Dell, HP, Lenovo, MSI, dan Microsoft.

Selain itu, Nvidia mengungkapkan bahwa lebih dari 30 model laptop dan 10 desktop berbasis RTX Spark saat ini sedang dikembangkan oleh para mitra manufakturnya.

Meski telah mengumumkan spesifikasi utama dan target pasar, Nvidia belum mengungkap harga resmi chip maupun perangkat yang akan menggunakannya. Perusahaan hanya memastikan bahwa generasi awal RTX Spark akan menyasar segmen premium dengan kemampuan grafis yang diklaim setara GPU laptop GeForce RTX 5070.

Kehadiran RTX Spark menjadi langkah strategis Nvidia untuk memperluas dominasinya di era komputasi berbasis AI, sekaligus membuka persaingan baru di pasar prosesor PC yang selama ini didominasi oleh sejumlah nama besar industri teknologi.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru