Pemerintah Himpun Dana Rp30 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara, Ini Rinciannya


 Pemerintah Himpun Dana Rp30 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara, Ini Rinciannya Ilustrasi - Surat Utang Negara (SUN). ANTARA/Ridwan Triatmodjo/pri. (ANTARA/Ridwan Triatmodjo)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar Rp30 triliun melalui lelang delapan seri Surat Utang Negara (SUN) yang dilaksanakan pada Selasa, 17 Juni 2025. Total penawaran yang masuk dalam lelang ini mencapai Rp81,03 triliun, mencerminkan minat investor yang masih tinggi terhadap instrumen utang negara di tengah kondisi pasar global yang dinamis.

Menurut keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sebagian besar dana diserap dari seri-seri SUN yang merupakan hasil pembukaan kembali (reopening) dari penerbitan sebelumnya.

Seri SUN dengan Penyerapan Terbesar

Seri FR0103 menjadi yang paling banyak diminati dengan penyerapan dana sebesar Rp6,1 triliun dari total penawaran Rp20,23 triliun. Seri ini menawarkan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang sebesar 6,72% dan akan jatuh tempo pada 15 Juli 2035.

Seri lainnya yang menyerap dana besar adalah:

FR0106: Rp7,6 triliun dari penawaran Rp13,64 triliun, yield 6,99%, jatuh tempo 15 Agustus 2040.

FR0104: Rp6,1 triliun dari penawaran Rp20,23 triliun, yield 6,33%, jatuh tempo 15 Juli 2030.

FR0107: Rp3,7 triliun dari penawaran Rp6,32 triliun, yield 7,04%, jatuh tempo 15 Agustus 2045.

SPN12260604: Rp2 triliun dari penawaran Rp4,84 triliun, yield 5,94%, jatuh tempo 4 Juni 2026.

FR0105: Rp1,2 triliun dari penawaran Rp1,57 triliun, yield 7,10%, jatuh tempo 15 Juli 2064.

FR0102: Rp650 miliar dari penawaran Rp1,36 triliun, yield 7,02%, jatuh tempo 15 Juli 2054.

Sementara itu, pada lelang perdana seri SPN03250915, meskipun pemerintah menerima penawaran hingga Rp1 triliun, tidak ada dana yang diserap dari seri baru ini.

Pemerintah Tetap Optimis di Tengah Volatilitas Global

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa kinerja Surat Berharga Negara (SBN) tetap menunjukkan tren positif di tengah gejolak pasar keuangan global. Hal ini terlihat dari tingginya rasio bid-to-cover baik pada SUN maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dilelang di pasar perdana.

“Permintaan investor terhadap obligasi negara masih kuat, mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas fiskal dan kebijakan ekonomi Indonesia,” ujarnya dikutip dari Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru