Loading
Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) yang digelar secara virtual pada 10 April 2026. ANTARA/HO-ASEAN.
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Di tengah dunia yang semakin tidak pasti akibat ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi global, negara-negara ASEAN kembali menunjukkan soliditasnya. Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se-Asia Tenggara menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan finansial kawasan.
Komitmen ini disampaikan dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) yang digelar secara virtual pada 7–11 April 2026, dengan Filipina sebagai ketua ASEAN tahun ini.
Menteri Keuangan Filipina, Frederick D. Go, menekankan bahwa persatuan menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan global. Menurutnya, solidaritas ASEAN adalah sinyal kuat bahwa kawasan ini tetap tangguh di tengah berbagai tantangan.
Senada dengan itu, Gubernur Bank Sentral Filipina, Eli M. Remolona Jr., menyebut kekuatan ASEAN justru terletak pada kemampuannya untuk bekerja sama di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.
Pertemuan ini membahas berbagai isu penting, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, volatilitas pasar keuangan, hingga dampak pesatnya perkembangan teknologi. Para pemimpin sepakat bahwa kebijakan makroekonomi yang sehat dan koordinasi yang kuat antarnegara menjadi fondasi utama menjaga stabilitas kawasan.
Selain itu, ASEAN juga menegaskan komitmennya untuk terus memperdalam integrasi keuangan regional. Beberapa fokus utama yang menjadi prioritas antara lain:
Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pengiriman uang antarnegara.
Baca juga:
Pengamat: Pidato Prabowo soal RAPBN 2027 Jadi Sinyal Pemerintah Serius Hadapi Tekanan EkonomiSalah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah Proyek Nexus, yang menghubungkan sistem pembayaran lintas negara secara lebih efisien. Selain itu, kerja sama dalam aspek regulasi, tata kelola data, perlindungan konsumen, serta inovasi digital—termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI)—juga menjadi fokus penting.
Tidak hanya itu, ASEAN juga berkomitmen untuk:
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, turut digelar forum ASEAN+3 yang melibatkan negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Diskusi berfokus pada penguatan jaring pengaman finansial serta pengembangan pasar obligasi regional.
Keterlibatan mitra global seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Dewan Bisnis ASEAN juga diapresiasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih luas.
Menariknya, sebagian besar agenda ASEAN tahun ini dilakukan secara virtual. Hal ini dipicu oleh krisis pasokan energi global yang dipengaruhi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, ASEAN ingin memastikan bahwa kawasan tetap stabil, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berkembang.