Loading
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.382 per dolar AS setelah ketegangan AS dan Iran kembali memanas. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Rupiah kembali berada di bawah tekanan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah usai serangan Amerika Serikat ke Iran membuat pasar global bergerak hati-hati dan mendorong penguatan dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), nilai tukar rupiah melemah 49 poin atau sekitar 0,28 persen menjadi Rp17.382 per dolar AS. Posisi ini turun dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.333 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan tekanan terhadap rupiah meningkat seiring memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah setelah serangan AS ke Iran.
Baca juga:
Gejolak dan Mengawal RupiahMenurutnya, kondisi tersebut membuat investor global kembali memburu dolar AS sebagai aset aman. Di sisi lain, harga minyak dunia juga terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi global.
“Tensi di Timur Tengah kembali meningkat pasca penyerangan AS ke Iran. Alhasil, harga minyak global kembali meningkat dan dolar AS kembali terapresiasi secara luas,” ujarnya.
Laporan media internasional menyebutkan bahwa Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata setelah menyerang sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan pelabuhan dan jalur laut penting.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan terhadap kapal perang Amerika di sekitar Selat Hormuz dan wilayah dekat pelabuhan Chabahar. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.
Di tengah kondisi tersebut, dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah dikutip Antara.
Sepanjang pekan ini, pergerakan rupiah sebenarnya sempat menunjukkan penguatan terbatas. Sentimen positif muncul setelah adanya dukungan Tiongkok terhadap upaya negosiasi perdamaian di Timur Tengah. Namun tekanan pasar kembali meningkat menjelang akhir pekan.
Josua memperkirakan pada perdagangan pekan depan rupiah masih akan bergerak dalam rentang terbatas di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.425 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat juga tercatat melemah ke level Rp17.375 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya Rp17.362 per dolar AS.