Indonesia Fashion Week 2026 Dorong Ekspor Wastra Nusantara Tembus US$251,34 Juta. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kekayaan wastra Nusantara terus menunjukkan potensinya sebagai motor penggerak ekspor industri fesyen Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan, potensi transaksi ekspor produk fashion berbasis wastra Indonesia mencapai 251,34 juta dolar AS, didukung semakin luasnya akses pasar ke 32 negara.
Potensi tersebut diperkuat melalui berbagai program promosi perdagangan yang dijalankan Kementerian Perdagangan, mulai dari jaringan Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), hingga program nasional UMKM Bisa Ekspor.
"Sepanjang Januari hingga Juni 2026, kami telah menyelenggarakan 424 kegiatan pitching dan business matching yang diikuti 1.148 pelaku usaha. Dari kegiatan tersebut tercatat potensi transaksi mencapai 251,34 juta dolar AS," ujar Roro saat membuka BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Rabu (29/7/2026).
Baca juga:
Indonesia Fashion Week 2026 Siap Digelar, Kemenekraf Targetkan Fesyen Lokal Tembus Pasar GlobalMenurut Roro, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, terus memperkuat promosi wastra Nusantara agar semakin dikenal di pasar internasional. Bagi Indonesia, wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan cerita yang menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia.
Pada penyelenggaraan Indonesia Fashion Week 2026, tema "Ulos Simetria" dipilih sebagai simbol harmoni antara tradisi dan inovasi. Tema tersebut menggambarkan bagaimana kain tradisional Indonesia mampu merepresentasikan identitas bangsa sekaligus menjadi bagian dari masa depan industri fesyen nasional.
Roro menegaskan bahwa warisan budaya seperti ulos tidak cukup hanya dilestarikan sebagai peninggalan leluhur, tetapi juga harus dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar global.
Menurutnya, ulos bukan hanya kain adat masyarakat Batak yang digunakan dalam berbagai upacara tradisional, tetapi juga simbol doa, kasih sayang, serta kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.
"Ketika ulos dipadukan dengan konsep Simetria atau keseimbangan, pesan yang ingin disampaikan adalah bagaimana menjaga warisan budaya tetap relevan melalui inovasi, mengembangkan nilai budaya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mengangkat kearifan lokal Sumatera Utara ke panggung fesyen dunia," jelasnya dikutip Antara.
Indonesia Fashion Week 2026 berlangsung pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2026. Melalui ajang ini, pemerintah berharap wastra Indonesia semakin dikenal masyarakat internasional, tidak hanya karena keindahan motif dan desainnya, tetapi juga karena kisah budaya yang melekat pada setiap helai kain.
Roro juga menekankan bahwa industri fesyen memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi budaya. Melalui karya-karya desainer Indonesia yang mengangkat wastra Nusantara, dunia dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan yang lebih luas.