Loading
Hari ini, Senin (13/12/2021), di Pasar Alok, Maumere, dilakukan uji coba perdana alat manless parking system di pintu masuk pasar Alok. (Foto-Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM – Hari ini, Senin (13/12/2021), di Pasar Alok, Maumere, dilakukan uji coba perdana alat manless parking system di pintu masuk pasar Alok. Uji coba tersebut berlangsung selama 13 hari terhitung mulai hari ini hingga Jumat 31 Desember 2021.
"Hari ini kita akan lakukan uji coba manless parking system di pintu masuk dan pintu keluar di pasar Alok. Dan, uji coba ini kita lakukan dari tanggal 13 hingga 31 Desember 2021. Kemudian pada tanggal (1/1/2022) akan dilakukan launching. Selama uji coba, uang penghasilan dari karcis ini akan diserahkan ke Pemda melalui Bendahara pasar. Akan tetapi setelah tanggal 1 Januari 2022 uangnya akan dikelola oleh PT FTF Globalindo Maumere,”jelas Jones Jensen, Penanggung jawab PT FTF Globalindo Cabang Sikka, perusahaan yang mengelola sistem perparkiran di Pasar Alok.
Kepada media ini Jones mengatakan mesin baru pertama kali dipasang di area pintu masuk dan pintu keluar pasar Alok Maumere berjumlah 4 unit portal. Dijelaskan Jones, manless parking system merupakan sebuah sistem dimana konsumen sebagai pengguna lahan parkir akan menekan tombol mesin parkir dan otomatis kertas barcode khusus akan keluar, kemudian palang parkir pun terbuka otomatis
“Jika palang parkiran sudah terbuka, maka pengguna parkir bisa memilih dan bebas menentukan lokasi parkir yang diinginkannya di dalam area pasar,”ujarnya.
Tonton juga di Youtube: Pintu Masuk Pasar Alok Kini Pake Portal Eletronik (By: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
Dengan adanya mesin ini kata Jones dapat mengatur dan menata para pengunjung pasar untuk tertib dalam membayar karcis masuk. Harga karcis masuk sendiri, untuk kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp2.000 dan dan sepeda motor Rp1.000. “Tujuannya untuk menaikan PAD Kabupaten Sikka,”tegas Jones.
PT FTF Globalindo Cabang Sikka juga mempekerjakan 15 orang karyawan, 10 orang di antaranya ditarik dari tenaga honor daerah dan digaji Rp2 juta per bulan, sudah termasuk dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Jones Jensen, Penanggung jawab PT FTF Globalindo Cabang Sikka.
Dengan demikian tambah Jones, pihaknya sudah mengurangi beban APBD sebanyak Rp380 juta per tahun dan menyumbangkan PAD sebesar Rp870 juta per tahun karena setiap bulan pihaknya harus menyetor ke Pemda Sikka sebesar Rp 40 juta.
Dengan sistem ini Jones berharap kedepannya pengelolaan Pasar Alok menjadi lebih rapi dan terarah serta lebih asri. Dengan demikian pelanggan atau konsumen merasa nyaman dan pasarnya pun lebih bersih lagi.
Pantauan media ini Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo juga hadir untuk memantau kegiatan uji coba perdana Manless Parking System tersebut.
Donny Djuang salah satu pengunjung Pasar Alok kepada media ini mengaku senang dengan adanya alat tersebut karena dapat mengontrol para pengunjung pasar Alok untuk taat dan tertib dalam membayar retribusi atau karcis masuk.
"Saya merasa senang dengan adanya alat ini, dapat membuat orang orang yang masuk di Pasar Alok untuk tertib bayar karcis masu. Dengan membayar karcis masuk kita sudah dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah untuk Kabupaten Sikka,"pungkas Donny Djuang.