Kunjungan ‘Tak Biasa’ ala Meghan dan Harry


 Kunjungan ‘Tak Biasa’ ala  Meghan dan Harry Pangeran Harry dan Meghan Markle mengunjungi Lyall Bay Cafe di Maranui. (Net)

PADA kunjungan tur terakhir ke Austrlian, Fiji, dan Tonga, Pangeran Harry dan Meghan Markle mengunjungi Lyall Bay Cafe di Maranui. Keduanya bertemu dengan pekerja kesehatan mental dan sempat berbicang dengan pegawai kafe Maranui.

Sebelum meninggalkan kafe, pasangan kerajaan ini berhenti untuk menyambut anak-anak Houstoun Valley School yang terpilih.

Meghan pun memastikan sekelompok anak-anak sekolah tersebut tidak kelaparan ketika mereka menunggunya meninggalkan kafe di Selandia Baru. Meghan segera kembali ke dalam kafe dan bertanya kepada pegawai kafe apakah dia bisa mengambil beberapa kue untuk anak-anak. Kemudian Meghan kembali dengan sepiring penuh kue manis untuk anak-anak, yang kemudian dilaporkan oleh repoter TV lokal betapa normalnya pasangan itu.

Salah satu dari anak-anak itu mengatakan kepada TV lokal “Mereka menanyakan nama kami dan sangat baik dan juga mengobrol seperti biasa kepada kami.” Salah seorang sempat berujar, “kakiku gemetar,” ia pun mengaku diliputi emosi saat Duchess mendekatinya.

Sebagaimana dilaporkan metro.co.uk. Meghan juga berbicara dengan staf dan relawan dari Live for Tomorrow, program online anak muda yang fokus menjangkau kaum milenial dengan membawa pesan positif untuk perubahan.

Pasangan ini menghabiskan waktu 45 menit membahas kesehatan mental dan memprakarsai program yang mendukung kesehatan mental di Selandia Baru, dengan menjaring anak muda.

Pangeran Harry juga menyingung tentang media sosial. Dan menyarankan para orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya sebanyak yang mereka tahu. Dia juga mengungkapkan, “Masalah yang muncul dari pengaruh media sosial dan game merupakan masalah besar bagi anak muda di Inggris dan global.”

Kunjungan pasangan kerajaan ini ke kafe Maranui adalah lawatan terakhir mereka selama 16 hari melakukan perjalanan ke Australia, Fiji dan Tonga.

Dalam kesempatan tersebut, ada hal yang tidak biasa. Dalam pidatonya di acara the Invictus Closing Ceremony di Australia, Pangeran Harry membahas tentang kesehatan mental. Ia pun bercerita, bahwa dirinya pernah berjuang menghadapi ganguan mental mental selama bertahun-tahun, disaat usianya masih sangat muda. Dengan bantuan berbagai pihak, putra kerajaan ini pun mampu mengatasinya. “Tidak perlu malu meminta bantuan jika mengalami gangguan kesehatan mental,” pesannya.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru