Loading
Zelenskyy tegaskan keputusan tanpa melibatkan Ukraina tIdak akan berhasil. (VOA Indonesia)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Para pemimpin Eropa meningkatkan tekanan terhadap Donald Trump agar Ukraina dilibatkan dalam perundingan damai yang direncanakan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang di Alaska.
Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan bahwa keputusan apa pun terkait wilayah Ukraina tidak boleh dibuat tanpa keterlibatan langsung dari Kyiv dan sekutu Eropa. “Kami tidak dapat menerima bahwa masalah teritorial dibahas antara Rusia dan Amerika tanpa Ukraina dan Eropa," ujar Merz kepada stasiun ARD.
Pemerintah Jerman saat ini tengah bekerja sama dengan Washington untuk memastikan kehadiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam perundingan. Merz menegaskan bahwa ia berasumsi Amerika Serikat juga menyadari pentingnya keterlibatan Ukraina.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, turut menegaskan bahwa masa depan Ukraina harus ditentukan oleh rakyat Ukraina sendiri.
“Ini bukan hanya soal jaminan keamanan, tapi soal hak Ukraina sebagai negara berdaulat untuk menentukan arah geopolitiknya,” ujarnya seperti dilaporkan The Guardian.
Dari Brussels, Menteri Luar Negeri Kaja Kallas menyampaikan bahwa Uni Eropa akan menggelar pertemuan darurat pada Senin untuk merespons situasi diplomatik yang berkembang cepat. Ia menyatakan bahwa "setiap kesepakatan damai antara AS dan Rusia harus melibatkan Ukraina dan Uni Eropa, karena ini menyangkut keamanan kawasan."
Sabtu malam, para pemimpin dari Inggris, Prancis, Italia, Jerman, Polandia, Finlandia, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengeluarkan pernyataan bersama bahwa perdamaian di Ukraina tidak bisa dirundingkan tanpa keterlibatan Kyiv. Mereka menyambut inisiatif Trump namun menegaskan bahwa negosiasi hanya bisa berlangsung setelah gencatan senjata atau penurunan intensitas konflik.
Zelenskyy menanggapi lewat Telegram dengan menyatakan bahwa “keputusan apa pun tanpa Ukraina adalah keputusan yang mati dan tidak akan berhasil."
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Washington sedang menjajaki kemungkinan pertemuan trilateral antara Trump, Putin, dan Zelenskyy. Namun ia menyebut pembicaraan awal hanya akan dilakukan antara Trump dan Putin terlebih dahulu.
“Sekarang kami sedang menyusun jadwal dan strategi kapan ketiga pemimpin ini bisa bertemu,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News.
Pertemuan puncak ini, jika berlangsung, akan menjadi yang pertama antara presiden AS dan Vladimir Putin sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Terakhir kali Putin bertemu presiden AS adalah pada KTT Jenewa dengan Joe Biden pada Juni 2021.
Meski belum ada rincian resmi, Trump sempat menyatakan bahwa mengakhiri perang mungkin memerlukan "pertukaran wilayah" demi kompromi, mengisyaratkan kemungkinan Ukraina menyerahkan sebagian wilayahnya.
Zelenskyy secara tegas menolak opsi tersebut, menyatakan Ukraina “tidak akan menyerahkan tanah mereka kepada penjajah.”
Di tengah upaya diplomatik tersebut, pertempuran di lapangan terus berlanjut. Serangan pesawat nirawak Rusia di Ukraina pada akhir pekan menewaskan sedikitnya lima orang. Sementara Rusia mengklaim satu warganya tewas akibat serangan balasan Ukraina di wilayah Saratov.