Loading
Sebuah pesawat tempur Angkatan Udara dan Korps Penerbangan Angkatan Laut Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) China melakukan pengisian bahan bakar di udara saat melakukan operasi di sekitar Pulau Taiwan, Kamis (4/8/ 2022) seperti yang terlihat dalam tangkapan layar video.ANTARA FOTO/Xinhua/Liu Fang/wsj.
BEIJING, ARAHKITA.COM – Pemerintah China mengecam rencana Jepang yang tetap berupaya menempatkan rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni, wilayah terdekat Jepang dengan Taiwan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menilai langkah Tokyo itu sebagai provokasi yang dapat memicu konfrontasi militer.
Pernyataan tersebut disampaikan Mao pada Senin (24/11/2025), menyusul laporan The Japan Times sehari sebelumnya yang mengutip Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi. Rudal tersebut direncanakan ditempatkan di Yonaguni yang berjarak sekitar 110 kilometer dari Taiwan.
Mao menegaskan bahwa penempatan senjata ofensif di area sensitif dekat Taiwan dapat meningkatkan ketegangan di Asia Timur. Ia juga mengaitkan kebijakan pertahanan terbaru Jepang dengan pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang sebelumnya menyebut kemungkinan serangan China terhadap Taiwan sebagai ancaman eksistensial bagi Jepang.
“Langkah ini bukan hanya berbahaya, tetapi juga perlu dicermati secara serius oleh negara-negara di kawasan,” ujar Mao. Ia menuduh kelompok konservatif Jepang berupaya menggeser konstitusi pasifis negara itu dan mendorong Tokyo ke arah militerisme.
China, lanjut Mao, tidak akan membiarkan adanya campur tangan dalam isu Taiwan maupun upaya untuk membalikkan sejarah perang Asia Timur. “China memiliki tekad dan kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah nasionalnya,” tegasnya dikutip Antara.
Ketegangan diplomatik kedua negara memanas setelah pernyataan Takaichi pada 7 November yang memicu protes keras dari Beijing dan kritik dari oposisi Jepang. Kementerian Luar Negeri China bahkan telah memanggil Duta Besar Jepang untuk China, Kenji Kanasugi, sebagai bentuk keberatan resmi. Pemerintah China juga menyerukan warga negaranya untuk menunda perjalanan ke Jepang.