Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper. (Foto/Instagram)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Inggris menegaskan bahwa mereka tidak selalu sejalan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam setiap isu internasional, termasuk terkait konflik yang melibatkan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, saat tampil dalam program Sunday with Laura Kuenssberg di BBC. Cooper menanggapi kritik yang sebelumnya dilontarkan Trump terhadap sikap Inggris dalam menyikapi situasi di Timur Tengah.
Menurut Cooper, perbedaan pandangan antara negara sekutu adalah hal yang wajar dalam hubungan internasional.
“Anda mungkin tidak akan terkejut bahwa kami tidak setuju dengan Presiden Trump dalam setiap isu,” kata Cooper sebagaimana dilaporkan dan dikutip dari BBC.
Ia menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Inggris ditentukan oleh kepentingan nasionalnya sendiri, bukan oleh tekanan atau kepentingan negara lain.
“Merupakan tugas perdana menteri untuk mengambil keputusan demi kepentingan nasional Inggris, bukan demi kepentingan negara lain,” tambahnya.
Sebelumnya, Trump sempat menyinggung kemungkinan Inggris mengirimkan kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia tampak meremehkan langkah tersebut.
Presiden Amerika Serikat itu menulis bahwa keterlibatan Inggris tidak terlalu diperlukan.
“Kita tidak membutuhkan orang-orang yang bergabung dalam perang setelah kita sudah menang!” tulis Trump dalam unggahannya.
Komentar tersebut memicu respons dari sejumlah pihak di Inggris, yang menilai bahwa kebijakan keamanan dan militer negara tidak bisa ditentukan oleh komentar pihak luar.
Pernyataan Cooper sekaligus menegaskan posisi London bahwa hubungan erat dengan Amerika Serikat tetap penting, namun Inggris tetap memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah kebijakan luar negerinya.
Situasi di Timur Tengah sendiri masih menjadi perhatian dunia, terutama terkait dinamika konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara Barat.