Bukan Soal Gaji Besar, Ini Cara Mengatur Alokasi Uang agar Keuangan Lebih Terarah. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Memiliki penghasilan besar belum tentu menjamin kondisi keuangan yang sehat. Tidak sedikit orang bergaji tinggi yang tetap kesulitan mengatur pengeluaran. Sebaliknya, mereka yang mampu mengalokasikan uang dengan baik justru lebih mudah mencapai tujuan finansial. Karena itu, memahami cara mengelola uang sesuai kebutuhan dan kemampuan menjadi langkah awal menuju kondisi keuangan yang lebih stabil.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan setiap orang memiliki kondisi, prioritas, dan tujuan finansial yang berbeda. Itulah sebabnya tidak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang dalam mengatur keuangan.
"Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda," ujar Michael dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).Karena itu, Bank Jago menghadirkan fitur Inspirasi Kantong yang membantu pengguna menemukan komposisi alokasi dana sesuai kebutuhan, kondisi keuangan, dan tujuan finansial masing-masing.
Mulailah dari Menentukan Tujuan Finansial
Menurut Michael, langkah pertama dalam mengelola keuangan adalah mengetahui tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut bisa berupa memenuhi kebutuhan sehari-hari, membangun dana darurat, menabung, hingga mempersiapkan target jangka panjang seperti membeli rumah atau biaya pendidikan.Dengan mengetahui tujuan sejak awal, seseorang akan lebih mudah menentukan prioritas penggunaan uang.
Evaluasi Kebiasaan Menggunakan Uang
Selain menentukan tujuan, penting juga mengevaluasi kebiasaan menggunakan uang. Mulailah dengan melihat pola pengeluaran setiap bulan, mengetahui pos yang paling banyak menghabiskan anggaran, serta menghitung kemampuan menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan atau investasi.Langkah sederhana ini dapat membantu menyusun alokasi dana yang lebih realistis sesuai kondisi keuangan.
Kenali Kapasitas Finansial
Michael juga mengingatkan pentingnya memahami kapasitas finansial. Besarnya pendapatan, jumlah tanggungan, cicilan, hingga kebutuhan rutin menjadi faktor yang menentukan bagaimana uang sebaiknya dialokasikan.
Semakin memahami kondisi keuangan sendiri, semakin mudah pula mengambil keputusan finansial yang tepat.
Kepercayaan Diri Ikut Menentukan
Tak hanya kondisi keuangan, tingkat kepercayaan diri dalam mengelola uang juga memengaruhi kualitas keputusan finansial seseorang.Ketika seseorang memahami tujuan dan kemampuan finansialnya, ia cenderung lebih percaya diri dalam menentukan prioritas pengeluaran dan tidak mudah tergoda melakukan pembelian impulsif.
Enam Karakter Pengelola Keuangan
Bank Jago mengelompokkan gaya pengelolaan keuangan ke dalam enam karakter, yaitu Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang.
Masing-masing karakter memiliki rekomendasi alokasi dana yang berbeda untuk kebutuhan harian, tabungan, dana darurat, maupun anggaran untuk tujuan tertentu.
Namun, rekomendasi tersebut bersifat fleksibel. Alokasi dana dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi, perubahan pendapatan, maupun target keuangan yang ingin dicapai.
Belajar dari Tantangan Mengelola Uang
Untuk menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola uang, Bank Jago menggelar program Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang yang melibatkan 10 peserta dari berbagai profesi.
Setiap peserta memperoleh tambahan dana sebesar Rp10 juta yang harus dikelola selama 30 hari sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing.
Menariknya, di awal program, delapan dari sepuluh peserta mengaku lebih memilih memiliki uang lebih banyak dibandingkan kemampuan mengelolanya.
Namun setelah mengikuti tantangan tersebut, pandangan mereka berubah. Mayoritas peserta menyadari bahwa kemampuan mengatur dan mengalokasikan uang ternyata jauh lebih penting daripada sekadar memiliki dana dalam jumlah besar.
Pengalaman itu menunjukkan bahwa keberhasilan mencapai tujuan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh kemampuan menyusun prioritas, mengendalikan pengeluaran, serta mengalokasikan dana secara disiplin.
Pada akhirnya, keuangan yang sehat bukan ditentukan oleh siapa yang memiliki gaji paling besar, melainkan siapa yang paling bijak dalam mengelola setiap rupiah yang dimilikinya.