Loading
Presiden AS Donald Trump (Gemini AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait situasi ketegangan dengan Iran. Ia mengancam akan melakukan serangan besar jika kesepakatan gencatan senjata tidak diperpanjang.
Dalam keterangannya kepada PBS News pada Senin (20/4/2026), Trump menyebut kemungkinan penggunaan kekuatan militer secara besar-besaran jika negosiasi gagal.
“Banyak bom akan mulai meledak,” ujar Trump ketika ditanya mengenai skenario jika gencatan senjata berakhir.
Ketegangan ini terjadi di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran. Delegasi Amerika Serikat disebut telah menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan putaran kedua perundingan setelah pembicaraan sebelumnya pada 11–12 April tidak menghasilkan kesepakatan.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan bahwa negosiasi akan dilanjutkan dalam waktu dekat dan membuka kemungkinan perpanjangan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 22 April.
Sebelumnya, pada 7 April, Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu setelah eskalasi militer yang melibatkan Israel.
Konflik memanas setelah pada 28 Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan besar dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi semakin kompleks setelah gagalnya negosiasi pertama di Islamabad. Trump kemudian disebut memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memperketat blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sebagai upaya menekan Teheran kembali ke meja perundingan.
Ketegangan yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik berskala lebih luas jika diplomasi tidak segera mencapai titik temu.